Ratusan Rumah Tertimbun Material Erupsi Semeru, 571 Pelanggan PLN Masih Padam

Ratusan Rumah Tertimbun Material Erupsi Semeru, 571 Pelanggan PLN Masih PadamLumajang,(DOC) – Dampak erupsi Gunung Semeru yang memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Rabu (19/11/2025) terus di rasakan warga di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Ratusan rumah warga, terutama di Desa Supiturang, tertimbun material vulkanik. Sementara itu, ratusan pelanggan PLN masih mengalami pemadaman hingga Jumat (21/11/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, menyebutkan laporan awal dari tokoh masyarakat mengindikasikan sekitar 200 rumah warga di Dusun Sumbersari tertimbun material vulkanik. Namun, hasil pendataan resmi BPBD Jatim menyebutkan 21 rumah masuk kategori rusak parah.

Bacaan Lainnya

“Kita tahu di Dusun Sumbersari seluruh rumah banyak yang tertimbun material vulkanik, kurang lebih 200 rumah. Tapi sesuai data kita, yang rusak parah ada 21,” ujar Gatot.

Ia menambahkan, pendataan masih berlangsung karena kondisi lapangan yang dinamis dan akses menuju lokasi belum sepenuhnya pulih.

Pembersihan Material Dipacu, Gladak Perak Jadi Titik Fokus

BPBD Jatim bersama warga, dinas terkait, serta dukungan TNI–Polri kini tengah mempercepat pembersihan material vulkanik. Salah satu lokasi krusial adalah Jembatan Gladak Perak, yang kembali dipenuhi tumpukan pasir vulkanik akibat erupsi terbaru.

“Saat ini kita sedang membersihkan Jembatan Gladak Perak dari material pasir yang menumpuk,” jelas Gatot.

Beberapa fasilitas umum turut terdampak, termasuk SDN 2 Supiturang yang tertimbun material vulkanik. Pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas agar aktivitas belajar siswa bisa kembali berjalan.

“Pemulihan fasilitas umum, termasuk sekolah, menjadi prioritas. Kita harus memastikan ada tempat baru bagi anak-anak agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan kembali,” tegas Gatot.

571 Rumah Masih Gelap, PLN Terkendala Zona Bahaya

Di sisi lain, pemulihan jaringan listrik belum sepenuhnya tuntas. Sebanyak 571 pelanggan PLN masih mengalami pemadaman akibat kerusakan jaringan di zona terdampak.

Manager PLN ULP Lumajang, Ardyan Fajar, menjelaskan dari total 36.216 pelanggan terdampak, sekitar 98,5 persen atau 35.690 pelanggan sudah kembali mendapatkan suplai listrik.

Baca Juga:  Latihan Angkasa Yudha TNI AU Libatkan 1.597 Personel dan 52 Pesawat

“Saat ini masih ada 571 pelanggan dan satu gardu distribusi yang belum menyala. Kondisi ini disebabkan area tersebut masih berada dalam zona bahaya erupsi,” kata Ardyan, Sabtu (22/11/2025).

PLN mencatat kerusakan pada 133 gardu distribusi dan 1 penyulang. Beberapa jaringan roboh tertimbun lahar dan material vulkanik, terutama di Dusun Sumbersari, lokasi yang mengalami kerusakan paling parah.

“Untuk pelanggan yang masih padam belum bisa kami nyalakan karena zona belum aman. Terdapat jaringan roboh yang hingga kini masih tertimbun lahar,” tambahnya.

PLN memastikan proses pemulihan total akan dilakukan segera setelah pihak berwenang menyatakan wilayah tersebut aman untuk dimasuki petugas.(r7)

Pos terkait