
Surabaya, (DOC) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat sebanyak 866,32 ribu warga di Jawa Timur masih berstatus pengangguran hingga Mei 2026. Meski angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru tercatat sebagai penyumbang angka pengangguran tertinggi di wilayah tersebut.
“Apabila dibandingkan Februari 2026, jumlah pengangguran di Jawa Timur sebenarnya berkurang sebesar 26,32 ribu orang,” kata Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, Sabtu (8/8/2026).
Penurunan tersebut mendorong Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim melandai ke angka 3,42 persen atau turun 0,13 persen dibanding Februari 2026. Namun, BPS mencatat TPT lulusan SMK berada di tingkat tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yakni mencapai 5,79 persen.
Dari total Penduduk Usia Kerja (PUK) Jatim sebesar 33,70 juta orang, sebanyak 25,32 juta di antaranya merupakan angkatan kerja. Dari angkatan kerja tersebut, 24,46 juta orang telah bekerja, sementara 866,32 ribu sisanya belum terserap pasar kerja.
Secara sektoral, penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (31,77 persen), perdagangan besar dan eceran (18,63 persen), serta sektor industri pengolahan (14,64 persen). Sebaliknya, sektor penyediaan listrik dan gas menjadi yang paling rendah dalam menyerap tenaga kerja, yakni hanya sebesar 0,16 persen.




