Perhiasan Emas Jadi Andalan Ekspor Nonmigas Jatim

Surabaya (DOC) – Kelompok perhiasan/permata (HS 71) masih menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar 210,88 juta dollar AS.

Nilai tersebut naik sebesar 21,64 persen jika dibandingkan dengan transaksi bulan sebelumnya yang mencapai 173,37 juta dollar AS.

“Perhiasan/permata berkontribusi sebesar 11,73 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan Juli 2018. Golongan komoditas tersebut paling banyak diekspor ke Jepang dengan nilai sebesar 141,11 juta dollar AS,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono di Surabaya, Senin (10/9)

Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang menyumbang nilai ekspor sebesar 144,71 juta dollar AS atau naik sebesar 118,32 persen dibanding bulan sebelumnya. Golongan barang ini menyumbang 8,05 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur dan utamanya dikirim ke Tiongkok dengan nilai 44,76 juta dollar AS.

Golongan barang yang menduduki peringkat ketiga adalah golongan barang Tembaga (HS 74) dengan nilai ekspor sebesar 135,75 juta dollar AS atau naik sebesar 29,87 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 7,55 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya diekspor ke Malaysia sebesar 44,75 juta dollar AS.

Selanjutnya kayu barang dari kayu menempati posisi keempat dengan nilaI 134,109 juta dollar AS kemudian kertas karton dengan dilai 112,418 juta dollar AS, bahan kimia organik 93,931 juta dollar AS, ikan dan udang 91,707 juta dollar AS, berbagai produk kimia 81,963 juta dollar AS, daging ikan olahan sebesar 67,568 juta dollar AS, mesin peralatan listrik 57,552 juta dollar AS, ekspor 10 golongan lainnya 1,130 miliar dollar AS dan ekspor lain-lain sebesar 666,977 juta dollar AS. (gus)