D-ONENEWS.COM

Bu Risma Beri Motivasi Perjuangan Raffi Ahmad dan Chef Renatta Raih Sukses

Jakarta, (DOC) – Demo masak Menteri Sosial Tri Rismaharini tampil bareng selebritas ternama Raffi Ahmad dan Chef Renatta Moeloek. Dalam kesempatan itu, Bu Risma juga memanfaatkan kesempatan itu untuk memotivasi para penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Bu Risma menyatakan, sosok terkenal seperti Raffi Ahmad tidak tiba-tiba sukses seperti sekarang. “Mas Raffi ini tidak tiba-tiba seperti sekarang ini. Dia berjuang dan tidak mudah di awal perjuangannya,.Tapi karena dia bekerja keras, tidak putus asa, dan terus berdoa, dia bisa sukses, ” ujar Mensos dalam acara di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Balai Pangudi Luhur Kementerian Sosial, Bekasi, dengan tajuk “Workshop Memasak dan Motivational Talks” (20/06).

Bu Risma meminta mereka untuk terus bersemangat tidak mengenal  putus asa. “Bisa dicontoh perjuangan Mas Raffi. Meskipun dengan keterbatasan jangan pernah menjadi halangan bagi kalian untuk maju dan sukses,”  ungkapnya.

Baginya, keterbatasan bukanlah  takdir. “Ini bukan takdir ya anak-anak dan  bapak ibu. Selama kalian punya usaha keras dan terus berdoa. Tidak ada yang tidak  mungkin bagi Tuhan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Raffi Ahmad juga menjelaskan perjuangan yang harus dilaluinya sebelum meraih sukses seperti sekarang  “Saya mulai ikutan  casting umur 13 tahun, dari Bandung ke Jakarta. Sendirian. Sudah antri dari jam 9.00 eh ngga diterima,”  ujarnya.

Dalam sebutnyaPelan-pelan ia mendapatkan peran kecil-kecilan dengan honor kecil juga. “Saya dapat honor Rp200 ribu bu. Saya buat sewa hotel yang tarifnya Rp20 ribu. Kepotong lagi uang transport,”  ujarnya.

Chef Renatta juga mengawali kariernya dengan menawarkan jasa memasak untuk orang lain. ” _Door to door_  ,bu.  Karena masakannya enak saya  bisa mendapatkan job memasak,” ungkapnya.

Bu Risma,  Chef Renatta, dan Raffi sepakat, untuk meraih sukses tidak kenal kata menyerah, dan tidak instan. “Sebelum takdir menjemput, tidak ada kata putus asa. Terus berusaha ya,”  ujar “sultan andara” Raffi Ahmad.

SKA merupakan sarana dimana para warga terlantar/marjinal diberikan rehabilitasi sosial agar bisa berkreasi dan memiliki akses untuk kehidupan yang lebih baik. SKA menyediakan tempat untuk berbagi usaha

Menurut Bu Risma SKA didirikan untuk menggerakkan penerima manfaat agar berdaya secara ekonomi. Diawali dengan pemberian pelatihan mereka akhirnya bisa buka usaha kuliner di SKA milik Kemensos.

 

Ia berharap SKA tidak hanya sebagai etalase hasil karya. Tetapi juga sebagai sarana mengembangkan jejaring usaha. Hal ini seperti yang pernah dikembangkan Mensos saat menjabat Wali Kota Surabaya. “Saya di Surabaya mengembangkan program Pahlawan Ekonomi. Alhamdulillah,  saat pandemi dimana banyak pihak kesulitan berusaha mereka malah kenaikan 100%-200%. Maka kita harus pandai-pandai melihat situasi, ” ungkapnya. (Hm/Fr)

Loading...

baca juga