Jember, (DOC) – Pasca terjadinya tragedi di Pantai Payangan, Dusun Payangan Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu, kabupaten Jember yang menewaskan 11 korban meninggal dunia saat melakukan ritual, menarik perhatian Bupati Jember Hendy Siswanto untuk menjenguk korban.
Dalam kunjungannya, Bupati Hendy menjenguk korban peserta ritual yang selamat yang berada di Puskesmas Ambulu.
Usai dari puskemas Ambulu, Bupati langsung bergegas kerumah korban untuk memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal karena diterjang ombak besar di Pantai Payangan, Minggu 13 Februari 2021 dini hari.
Ada dua rumah korban yang dikunjungi Bupati Hendy yaitu pasangan suami-istri Saiful Bahri dan Sri Wahyuni Komariah warga Kecamatan Ajung, dan Sulastri warga Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang. “Hari ini saya memberikan santunan kepada keluarga para korban dan memberikan dukungan moril atas musibah yang terjadi di Pantai Payangan Jember,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto.
Hendy menjelaskan, rombongan tersebut melakukan kegiatan ritual di sekitar Pantai Payangan, namun pihaknya tidak mengetahui ritual seperti apa yang dilakukan hingga terseret ombak laut selatan. “23 korban ini merupakan kelompok Tunggal Jati Nusantara, 11 korban ditemukan meninggal dunia, dan korban selamat sebanyak 13 orang, termasuk sopir rombongan,” tuturnya.
Bupati meminta kepada warga di pesisir pantai untuk turut serta membantu petugas menjaga keamanan di pantai. “Saya minta kepada seluruh warga Jember untuk tidak beraktivitas di bibir pantai dulu sebab cuacanya berbahaya, tolong petugas terkait untuk memperketat penjagaan pantai,” ujarnya.
Dari 11 korban peserta ritual yang meninggal tersebut, 10 orang di antaranya merupakan warga Kabupaten Jember. Bahkan satu orang warga Kabupaten Bondowoso merupakan anggota polisi aktif di salah satu polsek di Bondowoso. (Imam/fr)





