
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya sedang menyiapkan kebijakan pembatasan jam malam untuk anak-anak. Kebijakan ini di rancang dalam bentuk Surat Edaran (SE) yang menekankan keterlibatan keluarga dan komunitas dalam mencegah kenakalan remaja, seperti tawuran dan konsumsi miras.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memaparkan rencana ini dalam acara parenting bertajuk “Ayah Terlibat, Keluarga Kuat, Surabaya Hebat”, Kamis malam (19/6/2025), di Tambaksari. Program ini menjadi bagian dari gerakan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak.
Cak Eri menekankan bahwa pengawasan anak harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga dan pengurus RW. Ia mengajak warga untuk menyusun ulang kebijakan jam malam seperti yang pernah di terapkan sukses pada 2022 saat menghadapi maraknya geng motor.
Menurut rencana, anak-anak di harapkan sudah berada di rumah pukul 21.00 WIB. Jika belum kembali hingga pukul 22.00 WIB, orang tua wajib mencari tahu keberadaan anak. Pengurus RW bisa menindaklanjuti informasi tersebut dan menghubungi layanan darurat 112 untuk bantuan.
“Kalau ada anak yang belum pulang, dan tidak jelas ke mana, kami akan datang dan menjemput. Bukan untuk menghukum, tapi untuk memastikan keamanan dan menegur orang tuanya,” tegas Eri.
Waspada Titi Publik
Warga juga di imbau memberi perhatian pada titik-titik publik seperti taman yang sering menjadi tempat nongkrong malam hari. Anak-anak yang berkumpul tanpa alasan jelas akan di bawa ke kantor kelurahan untuk di data, sementara orang tua akan di panggil sebagai bentuk efek jera.
Cak Eri mengungkap bahwa mayoritas kasus tawuran dan kenakalan remaja berakar dari minimnya perhatian dalam keluarga. Ia menegaskan pentingnya komunikasi dan kehadiran orang tua dalam kehidupan anak-anak.
Untuk anak-anak yang sulit di arahkan, Pemkot Surabaya menawarkan program pembinaan lewat Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS), termasuk pelatihan olahraga seperti tinju bagi anak-anak yang gemar berkelahi.
“Kami ingin setiap anak Surabaya punya masa depan. Jika ada yang susah di atur, ayo kita arahkan ke RIAS. Di sana, bakatnya bisa di asah jadi prestasi,” pungkasnya. (r6)





