City Branding Surabaya Terkendala Bahasa, Pemkot Libatkan Mahasiswa

City Branding Surabaya Terkendala Bahasa, Pemkot Libatkan Mahasiswa
City Branding Surabaya Terkendala Bahasa, Pemkot Libatkan Mahasiswa

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota Surabaya mengakui masih lemahnya penyusunan narasi wisata dalam bahasa asing menjadi hambatan utama dalam memperkuat citra kota (city branding) di kancah internasional.

Hal ini di sampaikan oleh Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahjudrajat, dalam rapat LKPJ 2024 bersama Komisi C DPRD Surabaya, Kamis (19/6/2025).

Bacaan Lainnya

“Salah satu tantangan besar city branding kita adalah minimnya narasi wisata dalam bahasa asing. Padahal, ini krusial untuk menembus pasar internasional,” ungkap Irvan.

Ia menambahkan, mulai tahun ini Pemkot akan lebih agresif mengembangkan sektor urban tourism, mencakup medical tourism, eco tourism, dan sports tourism sebagai penggerak ekonomi baru Surabaya.

Langkah konkret telah di mulai, antara lain peluncuran logo city branding saat Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS), pengembangan creative hub di High Tech Mall, dan penciptaan kampung tematik di setiap kelurahan.

“Targetnya, setiap kelurahan punya destinasi lokal yang bisa membuat wisatawan betah lebih lama di Surabaya,” jelas Irvan.

Menurutnya, kekuatan city branding bukan hanya soal visual atau ikon kota, tapi juga kemampuan bercerita—terutama dalam bahasa asing. Untuk itu, Pemkot menggandeng perguruan tinggi, khususnya jurusan komunikasi, untuk merancang narasi dan konten promosi yang lebih relevan secara global.

“Kita minta mahasiswa magang ikut membantu branding kota. Mereka kita tantang untuk membuat narasi Surabaya lebih menarik untuk dunia,” ujar Irvan.

Kolaborasi Internasional

Selain dari dalam negeri, Pemkot juga membangun kolaborasi internasional. Di forum APEKSI, Surabaya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kedutaan besar untuk turut mempromosikan kota ke luar negeri.

Salah satu narasi andalan yang tengah di poles adalah Surabaya sebagai Kota Pahlawan atau Hero City. Irvan menyebut narasi ini punya daya tarik historis dan emosional yang kuat jika di kemas secara tepat.

Upaya memperkuat city branding juga sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang. Surabaya tengah menyusun Pra-Raperda RPJMD 2025–2029 dan telah mendeklarasikan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) 20 tahunan.

Baca Juga:  Dukung Tumbuh Kembang Anak, Surabaya Hadirkan PAUD yang Berorientasi Masa Depan

Targetnya mencakup peningkatan PDRB agar menjadi yang tertinggi di Indonesia, serta mendorong pariwisata tematik sebagai pilar utama ekonomi baru kota.

“Kita akan kolaborasi dengan lembaga internasional, seperti UNICEF untuk mendukung predikat Surabaya sebagai Kota Layak Anak Dunia,” tutup Irvan. (r6)

Pos terkait