D-ONENEWS.COM

Demokrat Surabaya Diambang Perpecahan, Plt Ketua Depak Pengurus Gerbong Ratih

Surabaya,(DOC) – DPC Partai Demokrat Surabaya diambang kehancuran. Ini setelah Lucy Kurniasari yang ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya sejak 15 Oktober 2019 mulai bertindak arogan. Dia mengancam mengeluarkan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Ernawati dari kepengurusannya, karena dinilai tidak ada kontribusi apapun terhadap partai.

Dari informasi yang digali, sebenarnya tidak hanya Ernawati saja yang jadi target bersih-bersih ala Lucy Kurniasari. Juga ada Herlina Harsono Njoto (Ketua Bappilu) dan Dedy Prasetyo (Sekretaris), pengurus lama yang dianggap gerbongnya mantan Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Ratih Retnowati.

Polemik ini bermula dari dikeluarkannya Ernawati dari grup whatsApp (WA) karena tidak menghadiri rapat internal.

Selanjutnya, Senin (15/6/2020) Ernawati dipanggil Lucy Kurniasari di Kantor DPC Demokrat Surabaya di Jalan Tenggilis Utara 6/2 untuk klarifikasi.

“Saya sudah punya iktikad baik dengan memenuhi panggilan mbak Lucy. Saya kira saya disuruh ke kantor itu untuk klarifikasi soal saya dikeluarkan dari grup WA, ternyata di sana saya malah dibilang munafik dan tidak pernah berbuat apa– apa untuk Partai Demokrat,” ujar Ernawati, Selasa (16/6/2020).

Lebih jauh, Ernawati menceritakan, jika Lucy Kurniasari dalam pertemuan itu juga mengatakan bahwa dirinya adalah gerbong dari mantan ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Ratih Retnowati. Sehingga, selama posisi Plt ketua dijabat Lucy Kurniasari, dirinya dinilai tidak ada kontribusi apapun terhadap partai.

“Saya ini bukan gerbongnya siapa–siapa. Saya gerbongnya Partai Demokrat. Langsung saya jawab seperti itu,” tutur Ernawati  spontan di hadapan Lucy Kurniasari ya g juga anggota DPR RI.

Ernawati yang juga mantan anggota DPRD Surabaya periode 2009-2014 ini menjelaskan, ketika mengadakan pertemuan, Lucy Kurniasari mengatakan bahwa sudah membuat undangan untuk Ernawati. Namun, ketika diminta bukti oleh Ernawati, Lucy Kurniasari tidak dapat menunjukan.

“Saya minta bukti undangannya, ternyata tidak ada. Bahkan, saya tanya ke mbak Dewi (staf DPC Partai Demokrat Surabaya), mbak Dewi menjawab memang tidak ada undangan, saya hanya diperintah,” ungkap Ernawati yang menjadi tim sukses pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari pada Pilkada Surabaya 2015.

Dengan adanya polemik seperti ini, Ernawati berharap agar DPP Partai Demokrat bisa mengevaluasi kinerja Lucy Kurniasari selama menjabat Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya.

“Saya mohon dengan hormat kepada DPP untuk mengevaluasi kepengurusan beliau (Lucy Kurniasari) sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya. Jangan sampai Partai Demokrat hancur gara-gara salah pilih orang, ” pungkas dia.

Sementara Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari ketika dikonfirmasi lewat WA, justru memberikan jawaban stiker bertuliskan hadapi dengan senyuman.

Ketika didesak, dia tetap enggan berkomentar banyak. “Mas izin ngapunten, sebaiknya saya tidak usah menanggapi, ” ujar dia singkat. Begitu juga soal tudingan arogan dan akan dilaporkan ke DPP, Lucy Kurniasari tak menjawab.(dhi)

Loading...

baca juga