D-ONENEWS.COM

Diduga Melanggar Protokol Kesehatan, Puluhan Orang Diamankan Kepolisian

Lumajang,(DOC) – Pasca dibubarkan kerumunan massa yang dilakukan sound system oleh petugas gabungan di Jalan Lintas Selatan (JLS) Jembatan Selowangi, Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, pada Minggu (9/5/2021), 37 orang menjalani pemeriksaan oleh polisi.

Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino SH.S.İ.K M.M mengatakan, pasca dibubarnya kerumunan massa yang dilakukan sound system, polisi berhasil mengamankan 37 orang.

Terdiri dari 29 orang pemilik sound system, dan 8 orang adalah operator yang mengoprasikan sound system.

“Kendaraan yang diamankan di Polres Lumajang ada 25 kendaraan, 15 diantaranya berjenis truk, 9 kendaraan adalah jenis pick up, dan 1 kendaraan yang sudah di modifikasi,” ujarnya.

Warga yang berhasil diamankan sudah menjalani pemeriksaan di ruang satreskrim Polres Lumajang.

“Setelah menjalani pemeriksaan kemudian warga di perbolehkan pulang kerumahnya masing-masing,” ujar Kompol Kristiyan Beorbel Martino.

Lanjut wakapolres Lumajang, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap warga terkait pelanggaran prokes bagaimana yang sudah diviralkan di Media sosial.

“Kami masih tetap menjalankan pemeriksaan terkait pelanggaran prokes bagaimana yang sudah di viralkan di media sosial,” imbuhnya.

Wakapolres menjelaskan, kejadian kerumanan massa menggunakan sound system terjadi di  Jembatan JLS Selowangi Perbatasan Desa Selokanyar Kecamatan Pasirian dengan Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh, pada Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 03.00 Wib sampai pukul 07.00 Wib.

“Polsek pasirian dan Polsek Tempeh mendengar informasi tersebut langsung datang ke lokasi untuk melakukan pembubaran karena menimbulkan kerumunan massa,” ujarnya.

Sementara dari hasil pemeriksaan kepada petugas, warga yang diamankan adalah pemilik kendaraan yang Sound System.

“Jadi mereka mengadakan kegiatan ini melihat undangan dari komunitas salah satu Facebook dan juga di youtube yang mengajak untuk cek sound di lokasi jembatan JLS Selowangi,” kata Kristiyan Beorbel Martino.

Kemudian banyak warga masyarakat yang datang kelokasi untuk melakukan cek sound, namun saat itu banyak juga warga dan anak-anak muda yang datang ke lokasi tersebut untuk melihat.

“Akibat kendaraan truk yang menggunakan sound system tersebut terjadi kerumunana di JLS,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kompol Kristiyan Beorbel Martino. menyampaikan bahwa saat ini kabupaten Lumajang saat ini dalam zona kuning artinya resiko rendah.

“Kita masih prihatin walaupun Lumajang dalam zona kuning, tetapi kita tidak boleh lengah kita tetap menjaga prokes dan menghindari kerumunan. Karna kita tidak tahu diantara kita apakah ada yang terpapar covid-19 atau tidak,” pungkasnya (imam/r7)

Loading...

baca juga