Lumajang,(DOC) – Aksi teror pelemparan batu terhadap kendaraan di sejumlah ruas jalan Kabupaten Lumajang kembali meresahkan warga. Dalam beberapa hari terakhir, orang tak dikenal (OTK) menyerang sedikitnya enam kendaraan, mulai dari mobil box ekspedisi, ambulans, mobil pribadi hingga truk.
Peristiwa terbaru menimpa mobil box milik jasa ekspedisi J&T di jalur Randuagung–Jember, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 03.54 WIB.
Kasi Humas Polres Lumajang, Suprapto mengatakan, korban bernama Faidir Rohman (32), warga Kecamatan Mayangan, Kabupaten Jember, saat itu mengemudikan mobil box Isuzu Giga bernopol L-8193-GH dari arah Jember menuju Klakah.
“Korban melintas di Jalan Raya Desa Gedangmas, Randuagung. Tiba-tiba dari arah depan muncul sepeda motor jenis bebek yang dikendarai dua orang tidak dikenal,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).
Pelaku kemudian melempar batu ke arah kendaraan korban hingga mengenai kaca depan sebelah kanan mobil box.
“Akibat lemparan tersebut, kaca depan kendaraan pecah,” katanya.
Insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, pelaku merusak bagian kaca depan kendaraan korban. Setelah kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Randuagung. Petugas pun segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Enam Kendaraan Jadi Sasaran
Polisi juga mencatat aksi serupa di sejumlah titik lain di wilayah Lumajang. Pada Kamis (7/5/2026) malam, pelaku melempari satu unit truk dan mobil pikap di Jalan Lintas Selatan, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh.
Selain itu, pelaku juga memecahkan kaca sebuah truk di Jalan Desa Banyuputih pada Jumat dini hari.
Sebelumnya, pada Rabu (6/5/2026) malam, OTK kembali menyerang tiga kendaraan lain, yakni mobil ambulans, mobil pribadi, dan truk.
“Untuk kejadian sebelumnya, mobil ambulans dan mobil pribadi sudah melapor ke Polres Lumajang,” ungkap Suprapto.
Menurutnya, dari enam kejadian yang beredar di masyarakat, baru dua korban yang membuat laporan resmi ke kepolisian.
“Informasi yang beredar memang ada enam kejadian pelemparan batu. Namun yang melapor secara resmi ke polisi baru dua korban,” jelasnya.
Polisi mengimbau masyarakat yang menjadi korban pelemparan batu agar segera melapor supaya penyelidikan berjalan maksimal.
“Kami meminta para korban untuk segera melapor supaya bisa kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Saat ini, aparat kepolisian masih memburu pelaku pelemparan batu yang meresahkan pengguna jalan tersebut. Polisi juga meningkatkan patroli di sejumlah ruas jalan rawan guna mencegah aksi serupa kembali terjadi. (r7)





