Digital Twin Jadi Andalan Calon Kepala DPRKPP Iman Kristian untuk Transformasi Tata Kelola Hunian Surabaya

Digital Twin Jadi Andalan Calon Kepala DPRKPP Iman Kristian untuk Transformasi Tata Kelola Hunian SurabayaSurabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar fit and proper test untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) melalui mekanisme manajemen talenta. Uji kelayakan itu berlangsung di Ruang Sidang Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Senin (1/12/2025).

Kepala Bidang Bangunan Gedung DPRKPP Surabaya, Iman Kristian, menjadi salah satu peserta yang mengikuti seleksi untuk posisi Kepala DPRKPP. Dalam paparannya, ia membawa proposal berjudul “Transformasi Kinerja DPRKPP dalam Mewujudkan Tata Kelola Hunian, Ruang dan Aset Perkotaan yang Humanis, Inklusif, dan Berkelanjutan Menuju Surabaya sebagai Kota Dunia.”

Bacaan Lainnya

Iman menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola perkotaan Surabaya.
“Saya hadir dengan komitmen memberikan kontribusi terbaik bagi DPRKPP dan Kota Surabaya,” ujarnya.

Digital Twin Jadi Sorotan Panelis

Dalam penyampaiannya, Iman memaparkan gagasan utama berupa penerapan Digital Twin. Teknologi itu ia integrasikan melalui pengembangan Urban Spatial Dashboard, bagian dari platform Surabaya Integrated Urban Planning Enhousing Command Center. Melalui sistem ini, pengelolaan tata ruang, hunian, gedung, dan perizinan dapat berjalan lebih terarah.

“Platform ini mendorong DPRKPP menuju governance by integration,” jelas Iman.

Menurutnya, Surabaya sudah memiliki peta LiDAR. Namun, hingga kini peta tersebut belum digunakan secara optimal. Dengan Digital Twin, pemerintah dapat melakukan simulasi pembangunan kota secara real time. Selain itu, teknologi ini membantu perhitungan nilai tambah kawasan dan mendukung keputusan cepat pada skema P3NK (Peningkatan, Pengelolaan, dan Peningkatan Nilai Kawasan).

“Digital Twin membantu memilih infrastruktur paling efektif dan menghadirkan skema pendanaan yang tidak membebani APBD,” tegasnya.

Integrasi Vertical Parking

Selanjutnya, Iman menunjukkan contoh inovasi yang sudah berjalan, yaitu mechanical vertical parking di Mayapada Hospital. Menurutnya, teknologi parkir vertikal ini bisa tersambung ke sistem Digital Twin. Melalui integrasi tersebut, pemerintah dapat memonitor operasional parkir, dampak lalu lintas, serta efisiensi ruang secara langsung.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Pelanggan, TPS Usung Semangat “Resilience” di Usia ke-27

“Nilai tambah kawasan inilah yang menjadi dasar skema P3NK, sehingga investasi swasta mampu meningkatkan kualitas ruang kota,” ungkapnya.

Selaras dengan Visi Wali Kota Surabaya

Iman menegaskan bahwa seluruh strategi ini sejalan dengan arah kebijakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia menilai Surabaya membutuhkan tata kelola yang lebih adaptif dan modern untuk bersaing sebagai kota dunia.

“Bangun kotanya, bahagiakan warganya,” tegas Iman, mengutip pesan Wali Kota.

Di akhir sesi, ia menyampaikan harapan agar teknologi tersebut membawa manfaat luas bagi pembangunan kota.
“Semoga seluruh upaya ini memberikan nilai tambah dan kontribusi nyata bagi Pemkot Surabaya serta warga Surabaya,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait