Surabaya,(DOC) – Rapat Koordinasi DPC PDIP Surabaya yang digelar Jumat (29/8/2025) memunculkan dinamika baru dalam bursa calon Ketua DPD PDIP Jawa Timur. Said Abdullah, petahana sekaligus Ketua Banggar DPR RI, masih menjadi unggulan dengan dukungan dari 31 PAC se-Kota Surabaya. Namun, munculnya nama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang di dukung oleh 30 PAC memicu tensi dan pertanyaan soal arah politik partai.
Namun ketegangan semakin menguat pasca rapat lanjutan internal DPC PDIP Surabaya pada 3 September 2025. Dalam forum tersebut, DPC justru mengusulkan tiga nama calon Ketua DPD yang berbeda dari arus bawah, yakni:
- MH Said Abdullah
- Bambang DH (mantan Wali Kota Surabaya)
- Baktiono (anggota DPRD Surabaya dan politisi senior PDIP)
Seorang pengurus DPC yang juga di kenal sebagai politisi senior PDIP mengakui adanya jarak antara keputusan DPC dan suara PAC.
“Usulan ini jauh dari suara akar rumput,” ungkapnya kepada wartawan.
Pernyataan ini memperkuat kritik dari sejumlah kader tingkat kecamatan. Salah satu pengurus PAC di Simokerto bahkan langkah DPC tak mencerminkan aspirasi sebenarnya.
“DPC berarti tidak bercermin dengan suara akar rumput. Sikap politiknya tidak mencerminkan semangat kebersamaan, malah mengesankan bertentangan,” ujarnya.
Sumber internal menyebut bahwa meskipun Eri Cahyadi mendapat dukungan kuat dari PAC, namanya tidak masuk dalam tiga besar usulan resmi DPC. Hal ini di nilai sejumlah kader sebagai bentuk pengabaian aspirasi struktural terbawah partai.
“Nama Buya Said tetap teratas meskipun nama Mas Wali juga turut di usulkan para pengurus kecamatan di Surabaya,” kata sumber tersebut.
Bagian Konsolidasi Internal
Rapat ini menjadi bagian dari konsolidasi internal PDIP menjelang Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) September ini. Setiap PAC di beri hak mengusulkan dua nama calon Ketua DPD dan tiga nama calon Ketua DPC. Hasilnya, selain Said dan Eri, muncul sejumlah nama lain untuk DPC seperti:
- Adi Sutarwijono (21 usulan)
- Eri Irawan (17 usulan)
- Armuji (15 usulan)
Di susul nama-nama seperti Budi Leksono, Syaifuddin Zuhri, Yordan Bataragoa, dan lainnya.
Yordan M. Bataragoa, Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, menanggapi perbedaan aspirasi ini dengan menegaskan bahwa mekanisme penjaringan tetap dilakukan sesuai aturan organisasi.
“PAC dapat mengusulkan tiga nama untuk calon Ketua DPC dan dua nama untuk calon Ketua DPD. Jadi kalau semua PAC mengusulkan berbeda-beda, bisa terkumpul banyak nama,” jelas Yordan.
Ia menambahkan bahwa keputusan final tetap berada di tangan DPP.
“Semua calon nantinya tetap akan melalui proses fit and proper test di DPP partai. Yang penting, kita harus tetap solid, bersatu, dan mengedepankan keutuhan partai,” ujarnya.
Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno menyatakan bahwa meski Said mengundurkan diri dari Ketua DPD karena rangkap jabatan, aspirasi kader masih kuat menginginkan ia kembali memimpin.
“Aspirasi kader sangat kuat kepada beliau. Bahkan seluruh Jawa Timur bulat menginginkan beliau,” kata Untari.
Ia menjelaskan bahwa aturan partai tetap memberi ruang bagi pengurus rangkap jabatan jika mendapat penugasan langsung dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“PAC maupun DPC berhak mengusulkan kandidat calon dan disampaikan secara berjenjang,” tambahnya.
Sementara itu, Eri Cahyadi yang sempat diwawancarai memberikan komentar singkat tentang hal ini.
“Sing senior lanjut (yang senior lanjut),” kata Eri usai pelantikan Sekda Surabaya di Lobby lantai 2 balai kota, Kamis (4/9).





