DPRD Akan Upayakan Dana Cadangan Bencana di Jatim Ditambah di APBD 2019

 

Surabaya. (DOC) – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim akan mengupayakan alokasi anggaran dana cadangan untuk penanganan bencana di Jatim pada tahun 2019 nilainya ditambah. Pasalnya, Jatim termasuk salah satu provinsi yang memiliki potensi bencana cukup besar di Indonesia.

“Yang pasti dana cadangan akan kita upayakan ada tambahan, meskipun kita tidak berharap ada bencana di Jatim. Tapi apapun satu hal yang tak termanagemen dalam pembangunan adalah bencana sebabs sampai hari ini belum ada satu ahlipun yang dapat memprediksi, kapan gempa bumi meskipun lempengan bumi bisa diteliti,”tegas Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar ditemui di DPRD Jatim, Senin (15/10).

Di sisi lain A.Halim Iskandar politisi asal Fraksi PKB ini, berharap BPBD Jatim bersama BPBD kabupaten/kota di Jatim juga mulai aktif melakukan antisipasi dengn melakukan sosialisasi dan mitigasi penanganan bencana ke masyarakat yang tinggal di daerah yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana.

“Kalau perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan sehingga masyarakat sejak dini sudah mengetahui apa dan bagaimana yang harus dilakukan jika menemui bencana alam sehingga korban jiwa bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah cepat pemprov Jatim dalam penanganan korban gempa di Sumenep. Dan pihaknya juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk terus melakukan langkah-langkah rehabilitasi pasca bencana Gempa yang menimpa sebagian besar wilayah Jawa Timur, khususnya diwilayah Kepulauan di Kabupaten Sumenep.

Terkait temuan ahli geologi ITS Surabaya yang menyatakan adanya dua sesar aktif di Surabaya dan Waru. Patahan Surabaya meliputi kawasan Keputih hingga Cerme Gresik. Sedangkan patahan Waru lebih panjang, yakni melintasi Rungkut, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Saradan, hingga Cepu Jateng.

“Kami berharap selain melakukan tindakan antisipasi atas saran ahli geologi tersebut,dan juga pemerintah provinsi segera mengkongkritkan kerjasama dengan Jepang terkait pemasangan siesmograf atau alat deteksi dini gempa,”ujarnya. (pca/JN)