Empat Taman Surabaya Raih Sertifikasi RBRA, Warga Apresiasi Fasilitas Ramah Anak

Empat Taman Surabaya Raih Sertifikasi RBRA, Warga Apresiasi Fasilitas Ramah AnakSurabaya,(DOC) – Komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan ruang publik yang aman dan nyaman bagi anak-anak mendapat apresiasi dari masyarakat.

Melalui sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), taman-taman di Surabaya kini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi dan interaksi sosial yang memenuhi standar nasional.

Bacaan Lainnya

Hingga 2026, empat taman besar di Surabaya telah mengantongi sertifikasi RBRA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Empat taman tersebut yakni Taman Flora dan Taman Cahaya yang meraih anugerah pada 2025, serta Taman Bungkul dan Taman Sejarah yang memperoleh penghargaan pada 2026.

Taman Jadi Tempat Belajar dan Bermain

Keberadaan taman ramah anak itu dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelajar dan tenaga pendidik.

Raisya dan Merci, siswi SDN Ngagel Rejo 3, mengaku rutin mengunjungi Taman Flora untuk bermain sambil belajar dan menyegarkan pikiran setelah kegiatan sekolah.

“Di sini nyaman banget dan sejuk. Kami sering diajak sekolah belajar sambil bermain. Mainan favorit kami ayunan,” ujar Raisya, Kamis (7/5/2026).

Guru RA Insan Mulya Kupang Segunting, Ikrimatul Jatul Ulya, juga menilai kualitas taman di Surabaya sangat mendukung kegiatan outing class.

Menurutnya, area taman yang luas dan bersih membuat anak-anak dapat bergerak bebas dengan aman.

“Tempatnya asri dan bersih, anak-anak bisa berkegiatan di mana saja dengan aman,” ungkapnya saat mendampingi murid memberi makan rusa di Taman Flora.

Warga Luar Kota Ikut Menikmati

Daya tarik taman di Surabaya juga menarik perhatian warga luar kota.

Putri Windawati, warga Sidoarjo, memilih Taman Bungkul sebagai destinasi bermain anak karena fasilitasnya lengkap.

“Fasilitasnya lengkap, ada toilet bersih, parkir luas, dan permainannya sangat banyak,” katanya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menegaskan bahwa sertifikasi RBRA bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi menjadi bentuk standarisasi kualitas pelayanan publik.

Baca Juga:  DPRD Desak Wali Kota Untuk Segera Mengisi Jabatan Kosong Hingga Level Kelurahan

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Surabaya, Pramudita Yustiani, menjelaskan bahwa penilaian RBRA mencakup berbagai aspek detail, mulai keamanan, kebersihan, hingga aksesibilitas.

“Mainan harus aman, jarak antar mainan tidak boleh berhimpitan, tidak boleh ada tanaman berduri atau membahayakan. Kami juga menyediakan ruang laktasi, akses disabilitas, hingga CCTV,” jelasnya.

Pemkot Ajak Warga Ikut Menjaga Taman

Pramudita mengatakan, Pemkot Surabaya terus menjalankan monitoring harian melalui Tim Dekorasi Kota untuk memastikan fasilitas taman tetap terawat.

Selain itu, perawatan taman juga melibatkan sejumlah perangkat daerah, seperti DPRKPP, serta dukungan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas taman agar tetap nyaman bagi anak-anak.

“Taman ini untuk kegiatan sosial dan edukasi. Kami berharap warga ikut menjaga agar anak-anak Surabaya selalu punya tempat yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait