Eri Cahyadi dan Lambert Grijns Bahas Revitalisasi Kota Lama Surabaya

Surabaya, (DOC) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut hangat kunjungan resmi Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns, pada Senin, (29/7/2024). Pertemuan ini berlangsung di ruang kerja Wali Kota Surabaya. Keduanya mendiskusikan berbagai peluang kerjasama, termasuk revitalisasi Gedung Singa di Kota Lama Surabaya dan Makam Peneleh.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Eri mengungkapkan keinginannya agar Surabaya bisa menjalin hubungan sister city dengan beberapa kota di Belanda, seperti Rotterdam.

“Dubes Belanda sangat tertarik dengan Kota Lama, terutama integrasi kawasan Eropa, Arab, dan Cina. Mereka sangat kagum dengan Gedung Singa yang di rancang oleh tiga arsitek asal Belanda,” ungkap Eri.

Eri juga menjelaskan, Gedung Singa kini di akui sebagai bangunan cagar budaya dan berada di bawah pengelolaan Jiwasraya. Selain itu, revitalisasi Makam Peneleh yang menjadi tempat peristirahatan Walikota pertama Surabaya asal Belanda juga dibahas.

“Kami sedang bekerja sama dengan Bu Petra dari Belanda dan komunitas Begandring Soerabaia untuk menjadikan Makam Peneleh sebagai ‘living library’. Proyek ini di dukung dengan data dan anggaran dari Belanda,” jelasnya.

Pembersihan Sungai dan Transportasi Air

Diskusi tersebut juga mencakup pengelolaan air di Surabaya, termasuk membersihkan sungai dan pemanfaatan transportasi air.

“Kami sedang mengkaji kemungkinan penggunaan transportasi air, seperti taxi air di Belanda, yang di harapkan bisa diterapkan di Surabaya pada tahun 2026,” kata Eri.

Wali Kota Eri berharap berbagai rencana ini dapat segera terwujud, termasuk pengoperasian transportasi air dan pengembangan kawasan Kota Lama Surabaya. Langkah ini di harapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong perekonomian lokal.

Duta Besar Lambert Grijns menyampaikan kegembiraannya dapat bertemu dengan Wali Kota Eri Cahyadi. Ia mengakui pentingnya Surabaya dalam hubungan kerjasama di bidang ekonomi, maritim, dan pengelolaan sampah antara kedua negara. Grijns juga memuji keberhasilan Pemkot Surabaya dalam revitalisasi Kota Lama, yang menjadi contoh bagi kota-kota lain di dunia.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Terima Penyerahan 18 PSU Perumahan Sepanjang 2025

Grijns menyatakan bahwa revitalisasi Gedung Singa dan Makam Peneleh menjadi dua contoh kerjasama dalam pengembangan wisata heritage yang sedang di bahas.

“Kami berharap dapat mengembangkan living library di Makam Peneleh dan melanjutkan renovasi Gedung Singa bersama-sama,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait