Surabaya,(DOC) – Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Surabaya berlangsung meriah dengan dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Kota Surabaya, jajaran pengurus DPD Golkar Jawa Timur, serta seluruh ketua dan pengurus cabang partai politik se-Surabaya.
Dalam forum ini, Golkar memutuskan pergantian pimpinan. Ketua sebelumnya, Arif Fathoni, secara aklamasi menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada dr Akmarawita Kadir sebagai Ketua DPD Partai Golkar Surabaya yang baru.
Dalam sambutannya, Arif Fathoni mengenang Pilkada sebelumnya ketika Partai Golkar bersama partai politik lainnya mengusung Eri Cahyadi sebagai Wali Kota. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut berlandaskan semangat kemanusiaan.
“Kalau kerja secara kemanusiaan, Golkar juga dapat amal jariyah. Banyak yang mengkritik saya karena Golkar mendukung Pemkot, tapi saya ingin mengingatkan bahwa Golkar mendukung Eri Cahyadi,” ujarnya.
Fathoni juga memuji gaya kepemimpinan Eri yang mengedepankan komunikasi dengan semua partai sebelum mengambil keputusan.
“Jadi, dukungan Golkar ke depan tergantung urusan ngopi antara dr Akma dengan Pak Eri,” selorohnya.
Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi mengapresiasi kekompakan partai politik di Surabaya, khususnya Golkar. Menurutnya, tujuan membangun Surabaya adalah untuk kemaslahatan umat, sejalan dengan visi partai politik.
“Golkar dan parpol lainnya punya tujuan sama, yaitu untuk keberkahan warga Surabaya. Musda ini menunjukkan Golkar mampu merajut kebersamaan karena semua ketua parpol hadir di sini,” kata Eri.
Eri menyebut Musda Golkar sebagai wujud regenerasi sehat yang akan membawa kebaikan. Ia juga menyoroti capaian Pemkot bersama dukungan parpol, seperti penurunan angka kemiskinan dan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Membangun Surabaya itu bukan pertandingan politik. Pertandingan hanya lima tahun sekali, tapi kerja membangun harus bersama,” tegasnya.
Menutup acara, Arif Fathoni menyampaikan bahwa dirinya kini mengemban amanah baru di DPD Partai Golkar Jawa Timur sebagai anggota Badan Pemenangan Pemilu. (r6)





