Film “Jumbo” Jadi Medium Baru Penguatan Karakter Anak Indonesia

Film “Jumbo” Jadi Medium Baru Penguatan Karakter Anak Indonesia
Film “Jumbo” Jadi Medium Baru Penguatan Karakter Anak Indonesia

Jakarta,(DOC) – Penguatan karakter anak tak selalu harus di lakukan melalui ceramah atau pelajaran formal di kelas. Film Jumbo, karya terbaru dari lebih dari 420 kreator Indonesia, menjadi contoh bagaimana media visual bisa menyampaikan pesan moral secara menyenangkan dan menyentuh.

Film ini mengangkat kisah Don, seorang anak yang mengalami perundungan, dan perjalanannya memahami arti keberanian, persahabatan, dan penerimaan diri.

Bacaan Lainnya

Dalam pemutaran perdana film Jumbo di Jakarta, Selasa (18/3), Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul-Haq, menyampaikan apresiasinya terhadap karya ini. Menurutnya, Jumbo adalah film keluarga yang bukan hanya menghibur, tapi juga membangkitkan kesadaran orang tua akan pentingnya memahami dunia anak-anak.

“Lewat film ini, orang tua bisa lebih mendengar ‘suara anak’, memahami pergaulan mereka, dan ikut membangun karakter anak bersama sekolah. Saya sangat mengapresiasi Visinema atas karya keren dan penuh nilai ini,” ujar Fajar.

Ia menambahkan bahwa pesan moral dalam film ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter yang melibatkan keluarga sebagai pilar utama, bukan hanya lembaga pendidikan.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, menyebut bahwa Jumbo memuat nilai-nilai penting seperti peran keluarga. Dalam film tersebut, terdapat kekuatan persahabatan, serta kebiasaan hidup bermasyarakat, yang merupakan salah satu dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

“Film ini sangat kental dengan pesan kehidupan yang bisa di rasakan oleh anak-anak maupun orang tua. Dan yang paling penting, ia membentuk kesadaran akan pentingnya empati dalam relasi sosial,” jelas Rusprita.

Dirilis Global, Dibuat oleh 420 Kreator Lokal

Salah satu pencapaian istimewa dari Jumbo adalah statusnya sebagai film animasi Indonesia pertama yang di rilis secara global di 17 negara. Proyek ini di garap selama lima tahun oleh tim yang terdiri dari lebih dari 420 kreator Indonesia.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Tangani Serius Kasus Bullying Anak di Tambakrejo

“Ini bukan sekadar film anak-anak. Ini film untuk anak-anak kita, dan juga anak-anak dalam diri kita yang mungkin belum selesai tumbuh,” ujar Produser Eksekutif, Heri Pesalim.

Produser film, Anggia Karisma, menambahkan bahwa tantangan utama selama proses kreatif adalah memastikan film ini mampu menyentuh hati anak-anak sekaligus orang tua.

“Yang paling sulit adalah bagaimana kita memeluk anak-anak dengan hati, bukan hanya dengan telinga,” katanya.

Anggia berharap Jumbo bisa menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak-anak Indonesia. Sebuah tayangan yang bukan hanya mendidik, tapi juga menginspirasi mereka untuk terus bermimpi, bermain, dan bertanya tanpa takut salah.

Pos terkait