Gagal Maju Pilkada, Asrilia “Blak-blakan” Soal Intimidasi

 

Gagal Maju Pilkada, Asrilia "Blak-blakan" Soal IntimidasiSurabaya,(DOC) – Asrilia Kurniati yang gagal maju Pilkada Surabaya, mengungkap alasan mengapa ia tak lolos dalam pendaftaran Bacalon jalur independen.

Bacaan Lainnya

Sebelum mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Asrilia mengaku bahwa dirinya telah menerima intimidasi yang mendorongnya untuk mengurungkan niat maju dalam pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya. “Saya sudah tahu sejak tanggal 30 April. Karena ada yang mengintimidasi saya untuk tidak jadi mencalonkan diri,” ungkap Asrilia, Selasa(14/5/2024).

Asrilia, yang merupakan pendiri Ikatan Perempuan Indonesia Peduli(IPIP), tidak menyebutkan siapa pelaku intimidasi tersebut. Ia hanya menyatakan bahwa orang-orang yang melakukan itu akan mendapatkan balasan dari Tuhan. “Saya tidak mau menyebutkan nama. Tapi saya percaya Tuhan akan menghukum mereka yang bertindak seperti itu,” katanya.

Lebih lanjut, Asrilia juga enggan menjelaskan detail tentang intimidasi yang di terimanya, meskipun ia menyebut memiliki bukti yang ia simpan.

Asrilia juga mengungkapkan keheranannya terhadap sikap ketakutan beberapa pihak terhadap pencalonan dirinya dari jalur perseorangan. “Saya heran, kenapa ada yang takut saya maju?. Apakah karena mereka merasa terancam oleh saya?” tanya Asrilia retoris.

Pada akhirnya, KPU Surabaya tidak meloloskan pencalonan Asrilia untuk ikut Pilkada Surabaya 2024 November mendatang.

Penyebab gagal maju Pilkada, Asrilia hanya mengumpulkan 1.167 dukungan. Padahal syarat minimal adalah 6,5% dukungan dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun 2024 di Surabaya. Yaitu 144.209 suara dari total 2.218.586 daftar pemilih.(r6)

Baca Juga:  GOW Surabaya Gaungkan Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Pos terkait