
Surabaya, (DOC) – Lingkungan sekolah yang tampak bersih ternyata tak sepenuhnya bebas dari ancaman polusi berbahaya. Hal ini dibuktikan langsung oleh 60 siswa SMP Negeri 25 Surabaya bersama ECOTON dalam kegiatan Microplastic Journey pada Rabu (9/9/2026).
Melalui uji sampel mandiri, para peneliti cilik ini menemukan puluhan partikel mikroplastik yang tak kasat mata mengendap di air keran, udara, hingga menempel pada wajah dan tangan mereka sendiri.
Pengamatan menggunakan mikroskop membuka mata para siswa bahwa ancaman mikroplastik bukan sekadar isu di laut atau sungai, melainkan nyata berada di sekitar mereka.
Dari berbagai sampel yang diuji langsung oleh kelompok siswa, ditemukan persebaran mikroplastik yang cukup masif dalam berbagai bentuk fiber, fragmen, granule, film, dan filamen.
Mereka menemukan 45 partikel yang terdiri dari 30 fragmen dan 15 fiber di air keran, 41 partikel di swab tangan siswa, 34 partikel di udara ruangan dan 29 partikel di wajah mereka, serta yang paling mengejutkan adalah penemuan 6 partikel dj swab wajah siswa.
Siswa kelas 8, Bela, mengaku terkejut usai memahami bagaimana plastik sekali pakai yang terjemur sinar matahari dapat terdegradasi menjadi partikel beracun.
“Oh, ternyata sinar UV itu juga ada kaitannya dengan mikroplastik ya, Kak,” ungkap Bela terheran-heran setelah mengetahui bahwa radiasi matahari mempercepat pelapukan plastik hingga berubah menjadi mikroplastik.
Kehadiran penelitian ini disambut antusias oleh pihak sekolah dan siswa pendamping dari SMP Taman Pelajar Surabaya. Pradita Alzam, siswa kelas 8C SMPN 25 Surabaya, menyebut temuan ini melengkapi aksi nyata yang sudah dijalankan sekolahnya, seperti program pemilahan sampah harian GPBLHS (Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah).
Kepala SMPN 25 Surabaya, Drs. Husaini Efendi, menegaskan bahwa hasil eksperimen ini menjadi alarm penting bagi ekosistem sekolah Adiwiyata untuk makin memperketat pengurangan plastik.
“SMPN 25 merupakan sekolah Adiwiyata yang selalu meng-highlight isu penggunaan plastik. Hal ini sangat penting untuk diketahui bersama agar visi sekolah salah satunya meminimalisir penggunaan plastik bisa terwujud dan dipraktikkan baik di sekolah maupun di rumah,” tegas Husaini.
Melalui Microplastic Journey ini, para siswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi ditantang menjadi ilmuwan muda yang mampu mendeteksi bahaya laten mikroplastik demi menjaga kesehatan diri dan lingkungan.





