
Surabaya,(DOC) – Program dan strategi pemenangan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) kota Surabaya tahun 2020 terus dimatangkan oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya.
Kali ini DPD PKS Surabaya menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan para kadernya ditingkat kecamatan, kelurahan sampai akar rumput (RT/RW). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu(19/1/2020) pagi, dan dihadiri oleh Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan.
“Rakor diikuti para kader dan seluruh pengurus se-Kota Surabaya. Agenda utama Rakor, yakni running Pilwali Surabaya. Lainnya soal penataan pengurus di 31 kecamatan dan 151 kelurahan. Ada penyegaran untuk pengurus baru dan kita masukkan simpatisan serta relawan yang aktif terlibat pada Pemilu 2019 lalu,” jelas Ketua DPD PKS Surabaya, Akhmad Suyanto.
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya ini menjelaskan, dalam agenda Rakor tersebut, progress sosialisasi penggalangan dukungan dari 5 Bakal Calon Walikota (Bacawali) Surabaya hasil pemilihan kader internal PKS juga disampaikan untuk di bahas bersama.
“Rakor ini untuk memjalankan rekomendasi 5 bacawali, Bagaimana jalan apa. Kita juga membahas kesiapan struktur partai untuk sosialisasi,” urainya.
Seperti pada pemberitaan sebelumnya, 5 nama tersebut adalah Kabid Kepemudaan DPW PKS Jatim Achmad Zakaria S.E, Ketua MPW PKS Jatim H. Ahmad Jabir ST, MT, Ketua DPD PKS Achmad Suyanto, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari PKS Reni Astuti, S.Si, dan anggota DPR RI dari PKS H. Ir. Sigit Sosiantomo.
Menyinggung soal koalisi dengan Parpol lain agar bisa memenuhi syarat dalam mengusung Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kata anggota legislative 4 periode ini, PKS menjalin hubungan baik dengan seluruh Parpol yang memiliki keterwakilan di lembaga legislative. Namun masih belum membicarakan masalah koalisi untuk menghadapi Piwali.
“Sudah ada yang berkomunikasi intens dengan beberapa Parpol seperti Gerindra, PKB, Nasdem dan Bahkan PDIP tapi belum membicarakan soal koalisi. Kalau terhadap semua Parpol hubungan PKS baik-baik saja. Ya mungkin karena menunggu keputusan pusat ya. Ini bukan cuma Parpol saja, tapi Bacawali non kader juga ada yang sudah bertemu dengan ke lima Bacawali PKS. Kalau saya juga, cuma rahasia,” tandasnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan menyatakan, memang keputusan koalisi dan calon yang akan di usung pada Pilwali Surabaya 2020 nanti, semuanya tergantung pada keputusan pusat. Tapi beberapa Bacawali memang sudah ada yang bertandang ke DPW PKS Jatim untuk membicarakan soal rekomendasi dukungan partai.
“Kalau DPW ada sudah ada yang ketemuan, terutama Ketua Peradi Surabaya, Hariyanto. Irjen Pol (purn) Machfud Arifin masih ngajak. Termasuk juga Gus Hans(KH Zahrul Azhar As’ad,red). Untuk koalisi Parpol biar Ketua DPD saja yang menjelaskan,” katanya.
Saat ini, lanjut Irwan, DPD melalui DPW PKS Jatim tengah mengusulkan 5 Bacawali dari kader sendiri ke DPP. Dari ke 5 kandidat Bacawali tersebut akan mengerucut 2 orang yang terpilih berdasarkan survey selama 3 bulan.
“Harapannya cepat keluar keputusan pusat. Untuk posisi Cawali atau Cawawali, PKS masih belum memikirkan hal itu, karena terlalu dini. Apalagi wacana membentuk poros tengah. Mungkin nanti setelah keluar keputusan DPP,” pungkasnya.(robby)





