Hujan 3 Jam Bikin Sejumlah Titik Tergenang, Pengamat: Ini Alarm Evaluasi Tata Kelola Surabaya

Hujan 3 Jam Bikin Sejumlah Titik Tergenang, Pengamat: Ini Alarm Evaluasi Tata Kelola SurabayaSurabaya,(DOC) – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya selama sekitar tiga jam pada malam hari memicu genangan di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan memperlambat arus kendaraan di beberapa titik.

Peristiwa tersebut terjadi saat kalender menunjukkan musim kemarau. Namun, perubahan pola cuaca membuat hujan berintensitas tinggi tetap bisa turun kapan saja.

Bacaan Lainnya

Sejumlah kawasan di Surabaya kembali tergenang setelah hujan deras turun dalam waktu singkat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan warga terkait penyebab genangan yang terus berulang.

Warga mempertanyakan apakah hujan menjadi satu-satunya penyebab, atau ada faktor lain pada sistem drainase kota.

Pemerhati isu perkotaan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Putu Rudy Setiawan, menilai genangan tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi.

Ia menyebut kapasitas saluran air menurun akibat sampah dan sedimentasi yang menumpuk.

“Dalam saluran masih ditemukan sampah dan sedimentasi yang belum terangkat,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Kondisi itu membuat aliran air melambat saat hujan deras turun.

Putu juga menyoroti fenomena backwater atau aliran balik dari laut.

Saat muka air laut naik, aliran air dari daratan ke laut melambat, bahkan bisa berbalik ke arah kota. Kondisi ini memperlambat surutnya genangan di sejumlah wilayah.

Selain faktor alam dan sampah, proyek pembangunan drainase yang masih berjalan juga ikut memengaruhi aliran air di beberapa titik.

Pekerjaan seperti pemasangan box culvert dan peningkatan saluran bertujuan memperkuat sistem jangka panjang.

Namun selama proses berlangsung, aliran air tetap perlu di jaga agar tidak terganggu saat hujan turun.

“Ada beberapa proyek drainase yang sedang berjalan. Semua fungsi saluran harus tetap berjalan selama proses konstruksi,” kata Putu.

Perlu Adaptasi Hadapi Perubahan Iklim

Selama ini, pembersihan saluran biasanya dilakukan menjelang musim hujan. Namun pola cuaca yang tidak menentu menuntut perubahan pendekatan.

Baca Juga:  Komisi D Surabaya Minta Pemkot Tanggap Lakukan Sosialisasi Jelang Vaksinasi Covid

Putu menilai perawatan drainase harus berjalan sepanjang tahun, bukan musiman.

Ia menegaskan hujan kini bisa datang di luar prediksi musim dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

Genangan yang kembali terjadi menjadi pengingat bahwa penanganan banjir tidak hanya bergantung pada infrastruktur.

Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran juga menjadi faktor penting agar sistem drainase tetap berfungsi optimal.

Bagi Surabaya, hujan tiga jam mungkin singkat, tetapi menjadi alarm bahwa kesiapsiagaan kota harus berjalan setiap saat, bukan hanya saat musim hujan.

Banjir pada akhirnya bukan sekadar soal curah hujan, tetapi juga cerminan kesiapan kota dalam mengelola sistem drainase dan lingkungan.(ode/r7)

Pos terkait