Gerakan 7++ Jadi Andalan Surabaya Bentuk Karakter Anak

Gerakan 7++ Jadi Andalan Surabaya Bentuk Karakter Anak
Gerakan 7++ Jadi Andalan Surabaya Bentuk Karakter Anak

Surabaya,(DOC) – Ketua Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Surabaya, Rini Indriyani, kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal dua program prioritas untuk anak usia dini. Hal itu ia sampaikan saat membuka Sosialisasi Program Prioritas PAUD Kota Surabaya di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Selasa (15/7/2025). Dua fokus utama yang di tekankan adalah wajib belajar satu tahun PAUD pra-sekolah serta penguatan karakter melalui Gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

“Program ini bukan soal angka, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak Surabaya. Ini adalah langkah awal membentuk generasi emas,” ujar Rini.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sosialisasi program wajib PAUD telah di lakukan secara intensif ke seluruh wilayah. Data anak usia dini yang belum bersekolah pun telah di kumpulkan secara detail—by name, by address.

“Kami bekerja sama dengan semua stakeholder kelurahan dan kecamatan. Para Ketua PKK yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD di masing-masing wilayah turut membantu mengedukasi warga soal pentingnya pendidikan usia dini,” jelasnya.

Namun ia tak menampik adanya tantangan besar di kota besar seperti Surabaya. Mulai dari anggapan bahwa PAUD belum penting, biaya sekolah, hingga kesulitan antar-jemput anak akibat kesibukan orang tua bekerja.

“Kami ingin ubah mindset ini bersama. Anak usia dini butuh fondasi sebelum masuk SD,” tegasnya.

Karakter Dibentuk dari Kebiasaan Sehari-hari

Di sisi lain, program Gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terus di perkuat. Salah satu bentuk nyatanya adalah pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat dalam setiap kegiatan anak. Selain itu, seluruh Bunda PAUD kelurahan dan kecamatan juga di wajibkan ikut mendampingi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Yang kami lihat bukan hanya kegiatan formalnya, tapi bagaimana suasana hati anak-anak. Kalau mereka pulang sekolah dengan senang, besoknya mereka pasti semangat datang lagi,” ujar Rini.

Baca Juga:  Anak-anak Hebat dari SLB Siap Tunjukkan Kelas di Kancah Dunia

Ia menekankan bahwa proses adaptasi setiap anak berbeda. Ada yang langsung nyaman, ada yang butuh waktu dan tetap menangis di hari-hari pertama. “Itu wajar. Yang penting, kita beri waktu, ruang, dan rasa aman,” imbuhnya.

Rini menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak akan tercapai tanpa sinergi. Kolaborasi antara pemerintah, guru, orang tua, dan para Bunda PAUD di wilayah adalah kunci.

“Senyuman dan semangat dari Bunda PAUD bisa menjadi energi besar dalam pembentukan karakter anak. Mereka butuh pendamping, bukan hanya guru, tapi juga lingkungan yang mendukung,” katanya.

Menutup sambutannya, Rini menyampaikan pesan kepada seluruh Bunda PAUD untuk memberikan pendidikan menyeluruh—mencakup kesehatan, akademik, dan pembentukan karakter.

“Saya berharap, apa yang kita kerjakan hari ini bisa menjadi pondasi kuat untuk masa depan anak-anak Surabaya,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait