Gresik dan Cargill Perkuat Kader Laskar Cegah Stunting

Gresik dan Cargill Perkuat Kader Laskar Cegah Stunting

Gresik,(DOC) – Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bersama Cargill Gresik kembali memperkuat edukasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan Shared Learning Laskar Cegah Stunting yang berlangsung di Aula Balai Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Kegiatan ini diikuti 42 kader dari enam desa sasaran, dengan fokus pada peningkatan literasi kesehatan dan kemampuan deteksi dini tumbuh kembang anak.

Bacaan Lainnya

Para kader dibekali keterampilan untuk memaksimalkan penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai instrumen utama pemantauan pertumbuhan. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Gresik, dr. Anik Lutfiyah, M.Ked.Trop., menegaskan bahwa pencegahan sejak dini merupakan fondasi penanganan stunting di tingkat desa.

“Kunci pencegahan stunting ada pada kemampuan mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak sejak masa kehamilan hingga balita. Semua panduan sudah ada dalam Buku KIA,” ujarnya, Sabtu (29/11).

Anik menekankan bahwa pencatatan riwayat tumbuh kembang dalam Buku KIA menjadi data penting bagi tenaga kesehatan untuk menganalisis risiko stunting. Karena itu, pendampingan kader dibutuhkan agar pencatatan dilakukan secara lengkap, rapi, dan berkelanjutan.

“Buku KIA itu seperti catatan sejarah tumbuh kembang anak. Orang tua bisa melihat prosesnya dari waktu ke waktu, tetapi pemahaman penggunaannya tetap harus dipandu kader,” jelasnya. Ia berharap kompetensi kader terus ditingkatkan hingga mampu memberikan edukasi setara bidan desa.

Penguatan Kapasitas Kader

Sementara itu, Admin & Relations Manager PT Cargill Indonesia – Cocoa & Chocolate Gresik, Adi Suprayitno, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas kader merupakan salah satu fokus utama program CSR Cargill dalam tiga tahun terakhir. Perusahaan mendukung program pencegahan stunting di enam desa di Kecamatan Manyar.

“Ini bagian dari investasi sosial kami. Peran kader sebagai penggerak di desa sangat luar biasa, apalagi didukung kepala desa dan kelompok masyarakat,” ujarnya.

Selain pemberdayaan kader, Cargill juga memberikan edukasi bagi remaja putri dan orang tua siswa PAUD sebagai upaya komprehensif menurunkan prevalensi stunting.

Baca Juga:  Expose Temuan Bahan Kimia Racun Plastik dalam Darah: Peneliti Ungkap Mikroplastik Dapat Melepaskan Zat Berbahaya di Dalam Tubuh

“Program ini dirancang agar seluruh pemangku kepentingan memahami perannya masing-masing dalam pencegahan stunting,” tambahnya. (r6)

Pos terkait