Indeks Gender Jatim Lampaui Nasional, Khofifah: Ukuran Pemimpin Bukan Jumlah Jabatan, Tapi Dampak Kebijakan

Indeks Gender Jatim Lampaui Nasional, Khofifah: Ukuran Pemimpin Bukan Jumlah Jabatan, Tapi Dampak Kebijakan
Khofifah saat menjadi pembicara utama dalam Women’s Leadership Forum 2026 bertema “Breaking Barriers, Building Impact”. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan perempuan tidak boleh sekadar diukur dari banyaknya jumlah jabatan strategis yang diduduki. Kunci utama kepemimpinan sejati terletak pada kemampuan melahirkan kebijakan publik yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Khofifah saat menjadi pembicara utama dalam Women’s Leadership Forum 2026 bertema “Breaking Barriers, Building Impact” dalam rangka HUT ke-69 Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya bertajuk “The Leadership Behind the Impact: Kisah Jawa Timur Membangun Kepercayaan Publik”, Khofifah membuktikan bahwa kepemimpinan berbasis dampak di Jawa Timur telah membuahkan hasil nyata yang melampaui capaian nasional.

Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jatim 2025 mencapai 0,329 (lebih baik dari rata-rata nasional) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jatim menyentuh angka 93,29. Capaian impresif ini menandakan semakin solidnya kesetaraan akses bagi perempuan dan laki-laki di Jawa Timur dalam tiga sektor krusial: pendidikan, layanan kesehatan, serta peluang ekonomi.

“Ketiga pilar itu adalah akar dari berbagai persoalan. Oleh karena itu, strategi pengarusutamaan gender di Jawa Timur berfokus langsung pada penyelesaian masalah fundamental di sektor-sektor krusial tersebut,” ujar Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa pembangunan responsif gender di Jawa Timur tidak berhenti pada tataran wacana atau sekadar memberi ruang setara, melainkan diwujudkan melalui program-program pemberdayaan ekonomi yang menyasar langsung kelompok rentan.

Beberapa program unggulan yang menjadi pendorong utama capaian gender Jatim antara lain, pemberdayaan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat graduasi Program Keluarga Harapan (PKH), serta intervensi dan perlindungan khusus bagi perempuan pengemudi ojek daring.

“Kita bangun ekosistem yang memberikan kepercayaan bahwa perempuan mampu, memiliki kompetensi yang bisa diandalkan, sekaligus memberikan manfaat nyata di semua lini kehidupan,” tegasnya.

Pos terkait