
Bengkulu,(DOC) – Program Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) mulai di terapkan di sejumlah sekolah di Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
SMPN 5 Kota Bengkulu menjadi salah satu sekolah yang aktif menjalankan program ini. Dengan total 1.080 siswa dan dukungan 66 guru serta 10 tenaga kependidikan, sekolah ini berkomitmen menjadikan aktivitas fisik sebagai kebiasaan sehat yang menyenangkan.
Menurut Kepala Sekolah Hidayati Rahmah, SAIH kini di jadwalkan dua kali seminggu—setiap Senin dan Kamis—bertepatan dengan awal pelajaran PJOK. Program ini di mulai sejak 6 Januari 2025, bersamaan dengan semester genap tahun ajaran 2024/2025.
“Dulu senam rutin di lakukan setiap Jumat, tapi sekarang banyak sekolah yang melupakannya. Lewat program ini, kami ingin menghidupkan kembali kebiasaan baik itu agar siswa lebih sehat dan bugar,” ujarnya, Senin (20/1).
Hidayati menuturkan, SAIH langsung membawa dampak positif. Siswa terlihat lebih bersemangat, tidak cepat mengantuk di kelas, dan suasana belajar pun jadi lebih aktif dan menyenangkan.
Sekolah tidak mengalami kesulitan menjalankan program ini karena sebelumnya sudah terbiasa mengadakan senam rutin seminggu sekali. Kini, frekuensi di tingkatkan menjadi dua hingga tiga kali seminggu tanpa kendala berarti.
Untuk memastikan dukungan dari semua pihak, sekolah melakukan sosialisasi kepada wali murid dan komite sekolah melalui grup WhatsApp dan pertemuan langsung. Dinas Pendidikan dan pengawas juga di undang untuk mendorong partisipasi dalam menyukseskan kebijakan ini.
Tanggapan siswa pun positif. Tasya Aza Alvena, siswi kelas IX SMPN 5, menyebut senam sangat menyenangkan dan mudah di ikuti. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut karena memberi manfaat nyata bagi tubuh.
“Gerakannya seru dan bikin semangat. Beberapa teman saya jadi lebih aktif ikut senam sekarang,” kata Tasya.
Implementasi SAIH di SMPN 02 Muara Kemumu
Kepala SMPN 02 Muara Kemumu, Reevi Haryanto, menilai kebijakan ini sebagai langkah konkret dalam memperkenalkan kebiasaan hidup sehat dan membangun karakter sejak dini.
Menurut Reevi, SAIH di sekolahnya di laksanakan setiap Selasa dan Sabtu sejak 7 Januari 2025. Siswa di bantu dengan video panduan agar memahami gerakan senam secara tepat.
“Kegiatan ini tak hanya menyehatkan secara fisik, tapi juga mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat belajar,” jelasnya.
Reevi mengakui bahwa menjaga konsistensi bukan perkara mudah. Di perlukan komitmen kuat dari guru, siswa, dan orang tua agar kebiasaan baik ini bisa berkelanjutan. Kolaborasi menjadi faktor penting.
Saat ini, SMPN 02 Muara Kemumu memiliki 20 siswa dengan dukungan 12 guru dan tenaga pendidik. Untuk menyukseskan program ini, pihak sekolah melakukan sosialisasi melalui diskusi dengan guru, pertemuan orang tua, dan publikasi di media sosial.
Respon siswa pun menggembirakan. Mereka antusias mengikuti kegiatan senam, meski beberapa masih belajar menghafal gerakan karena baru mengenal aktivitas ini.
Lebih dari Sekadar Olahraga
Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, termasuk SAIH, tak hanya soal fisik. Reevi menjelaskan, nilai-nilai yang di tanamkan mencakup pengembangan etika (olah hati), literasi (olah pikir), estetika (olah karsa), dan kebugaran (olahraga).
Kebiasaan seperti disiplin, proaktif, dan mampu mengatur waktu ikut di latih dalam proses ini. Anak-anak di ajak menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan bertanggung jawab.
“Kebiasaan sehat seperti olahraga dan pola makan bergizi akan meningkatkan kualitas hidup anak. Ketika mereka terbiasa melakukan hal baik, kepercayaan diri ikut tumbuh, dan mereka siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkas Reevi. (r6)





