
Surabaya,(DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan penjelasan terkait antrean panjang dalam proses verifikasi PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 8 Surabaya yang sempat viral di media sosial.
Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa antrean tersebut bukan di sebabkan oleh kesalahan sistem, melainkan karena miskomunikasi antara penyelenggara dan masyarakat.
Gogot menjelaskan, proses verifikasi PIN tidak harus di lakukan di sekolah yang di tuju. Masyarakat sebenarnya bisa melakukan verifikasi di lima hingga sepuluh sekolah terdekat yang telah di tunjuk pemerintah daerah.
“Kesalahpahaman terjadi karena banyak orang tua tidak tahu bahwa verifikasi bisa di sekolah lain. Sekarang sudah di perluas ke lebih banyak sekolah. Jadi sudah clear,” ujarnya, Selasa (02/07).
Ia mencontohkan bahwa banyak orang tua sudah datang sejak pukul 07.00 pagi, padahal loket verifikasi baru di buka pukul 17.00.
“Padahal bisa datang siang atau sore. Verifikasi PIN itu hanya untuk memastikan bahwa yang mendaftar benar-benar hadir secara fisik, bukan di wakilkan atau fiktif,” tegasnya.
Gogot mengakui bahwa kasus ini menjadi catatan penting soal perlunya penguatan sosialisasi. Ia menyebut Kemendikdasmen akan kembali menggandeng pemda dan sekolah untuk menyampaikan informasi teknis SPMB dengan lebih jelas.
“Sebenarnya sederhana. Tapi karena kurangnya sosialisasi, akhirnya orang tua panik dan salah paham. Ke depan, kami akan perbaiki penyampaian informasi ini,” tutupnya. (r6)





