Surabaya,(DOC) – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya, Arif Afandi menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Adi Sutarwiyono. Pertemuan berlangsung di Kantor Ketua DPRD Kota Surabaya, Jalan Yos Sudarso, Jumat(18/10/2019).
Ikut mendampingi Arif Affandi, Sekretaris DMI Nur Hasan, Wakil Ketua Moh. Munif dan Taufik Mukti, Bendahara Mohamad Jamil, dan M. Hudi Nurwulan. Pertemuan selama hampir satu jam itu berlangsung gayeng dan santai.
Lantas apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut? Arif yang juga mantan Wakil Walikota Surabaya itu mengundang Ketua DPRD untuk hadir dalam Musayawarah Daerah (Musda) DMI Kota Surabaya yang akan berlangsung di Primebiz Hotel, Minggu, 20 Oktober 2019 mendatang.
“Selain itu, kami ingin menyelaraskan program-program DMI mendatang dengan program Pemerintah Kota Surabaya. Kami ingin bersama-sama menjadikan Masjid sebagai salah satu pusat peradaban kota,” katanya.
Selain menemui Ketua DPRD, DMI Kota Surabaya telah mengajukan permohonan audiensi ke Walikota Tri Rismaharini. Namun, sampai dua hari jelang Musda, belum ada jawaban dari walikota. Menurut kabar, orang pertama di Surabaya itu sedang berada di luar negeri.
Menurut Arif, Awi — demikian Adi Sutarwiyono biasa dipanggil– menyambut baik ajakan DMI Kota Surabaya. Ia berharap DMI ikut ambil bagian dalam menciptakan rasa aman dan ambil bagian dalam membangun kerukunan antarumat beragama.
“Surabaya itu kan kota metropolitan yang warganya sangat beragam. Kami berterima kasih atas apa yang telah dilakukan DMI Kota Surabaya dalam hal ini. Kami akan ikut mendukung sesuai dengan kewenangan-kewenangan kami,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan ini.
Arif manambahkan, masjid di perkotaan memang seharusnya menjadi pusat peradaban. Ia tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga ikut membangun kultur masyarakat madani yang ramah, terbuka terhadap kelompok masyarakat lainnya, dan membangun disiplin warga kota.
Dalam rangka menyelaraskan program-program DMI dengan Pemerintah Kota Surabaya, Arif juga minta ada unsur dari DPRD Surabaya dalam kepengurusan DMI. “Selama ini, kami berjalan sendiri secara mandiri. Padahal, pembinaan masjid seharusnya menjadi kerja bersama,” tambah Arif.
Selama ini, kegiatan DMI lebih mengarah ke pembinaan manajamen masjid dan mendorong kegiatan memakmurkan masjid. Selain itu, juga menggelar lomba kebersihan masjid dan kompetisi antarmasjid dalam hal memakmurkan tempat ibadah tersebut.(robby)