D-ONENEWS.COM

Komisi C Dukung Program Rumah Padat Karya, Usul Lahan Tambak Bisa Dikelola

Foto: Buchori Imron

Surabaya,(DOC) – Selain memberikan fasilitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ke rumah susun sewa (Rusunawa), Komisi C DPRD Kota Surabaya juga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas program rumah padat karya untuk MBR agar taraf kehidupan ekonominya meningkat.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Anggota Komisi C, Buchori Imron, Kamis(02/06/2022). “Jangan hanya urusan Rusun melulu, bagaimana ekonomi MBR supaya meningkat,” katanya.

Ia mengakui program Rumah Padat Karya yang sudah dijalankan oleh Pemkot Surabaya merupakan terobosan cemerlang untuk menyerap tenaga kerja dari kalangan MBR. Bahkan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif dipakai untuk lokasi padat karya, dianggap Buchori, sebagai ide bagus.

“Saya sepakat sekali dengan lahan-lahan yang ada untuk dimanfaatkan,” tandasnya.

Sepengetahuannya, Pemkot Surabaya juga menyediakan sekitar 200 hektar lahan tambak untuk dikelola dalam program padat karya.Lahan-lahan kosong itu, kata Buchori sudah tidak kosong lagi, tapi bisa menghasilkan.

“Awalnya tambak (lahan) itu tidak berfungsi, lalu bagaimana dikelola untuk difungsikan. Dipadat karyakan jadi menghasilkan,” terangnya.

Upaya ini, lanjut Buchori, diyakini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Surabaya, khususnya MBR yang dulu tak berpenghasilan. Bukan cuma itu, hal ini juga akan memantik banyak pihak untuk turut mengelolanya.

“Awalnya MBR tidak punya penghasilan, akhirnya jadi berpenghasilan. Ini mencerdaskan masyarakat. Karena MBR yang semula ngak bisa menyekolahkan anak, sekarang punya biaya untuk menyekolahkan,” jelasnya.

Program Rumah Padat Karya, apabila berjalan dengan baik, maka pendapatan asli daerah (PAD) juga pasti akan bertambah. Politisi PPP Surabaya ini menerangkan, kalau PAD kota Surabaya naik, akan semakin banyak program-program yang bisa dikerjakan. Dengan demikian bisa bersaing dengan kota besar di dunia.

“Makanya saya sepakat dipadat karyakan. Kalau umpannya Rusun Itu sudah tertampung. Tapi orang itu enggak punya kerjaan, tentu akan ada problem sosial lagi. Melalui pemanfaatan lahan-lahan Pemkot yang diproduktifkan ini, problem sosial itu bisa dikurangi,” pungkasnya.(r7/av)

 

Loading...

baca juga