Komitmen Kelompok Jama’ah Religi Al Fatimah dalam Sampaikan Pesan Damai Pasca Pemilu 2024

Surabaya, (DOC) – Kelompok Jama’ah Religi Al Fatimah dan Zahrotul Jannah Kota Surabaya memberikan seruan mendalam kepada semua lapisan masyarakat. Seruan ini lebih tepatnya keikut sertaan dalam menyebarkan pesan perdamaian setelah pelaksanaan Pemilu 2024.

Bacaan Lainnya

Dalam sebuah pernyataan yang di sampaikan di Surabaya, Hj. Chusniah Chamid, yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Jama’ah Religi Al Fatimah sekaligus Pengurus Jama’ah Zahrotul Jannah Kota Surabaya. Dia di dampingi oleh para tokoh masyarakat dari berbagai lapisan di kota tersebut.

Pernyataan tersebut merupakan wujud komitmen mereka untuk memastikan bahwa hasil pemilu disambut dengan kedamaian dan keberanian untuk menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat pasca-pemilihan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua penyelenggara Pemilu yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Sehingga, proses demokrasi berjalan dengan lancar,” ungkap Chusniah.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk memusatkan perhatian pada peningkatan ibadah jelang bulan Ramadan, sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Pemilu bukan hanya merupakan sebuah proses politik. Ini juga merupakan instrumen penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Hj. Chusniah Chamid menegaskan pentingnya menjaga suasana pasca-pemilu yang damai dan penuh kebersamaan. Ia juga berharap bahwa hasil Pemilu 2024 akan membawa berkah dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Hj. Chusniah Chamid juga menyampaikan harapannya kepada seluruh tokoh masyarakat dan agama, agar bersama-sama menyebarkan pesan-pesan damai di tengah-tengah masyarakat.

“Khususnya bagi umat Islam, mereka mengingatkan untuk mempersiapkan diri secara spiritual. Juga, untuk meningkatkan kualitas ibadah dalam menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri,” kata Hj. Chusniah Chamid.

Harapan Pada Pihak Berwenang

Selain itu, mereka juga menyoroti peran penting pihak berwenang, seperti KPU, Bawaslu, dan pemerintah, dalam menjaga stabilitas dan kedamaian pasca-pemilu.

Baca Juga:  Bawaslu Hitung Ulang Dokumen Dukungan M. Sholeh - Taufik Hidayat, Ditemukan Selisih

Pun demikian, pihak berwenang di harapkan dapat memberikan pemahaman yang jelas dan transparan kepada masyarakat. Dalam hal ini, khususnya mengenai hasil pemilu serta proses pasca-pemilu yang akan dilakukan.

Dalam menghadapi informasi yang berkembang di era media sosial, Hj. Chusniah Chamid menekankan pentingnya untuk tidak terpancing oleh informasi hoax.

Mereka berharap agar semua pihak dapat bersabar dan bijaksana dalam menyikapi hasil pemilu, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam segala situasi. (r6)

Pos terkait