Kopi Jatim Tembus Rp 1,64 Triliun, Siap Saingi Pasar Global

Kopi Jatim Tembus Rp 1,64 Triliun, Siap Saingi Pasar Global

 

Bacaan Lainnya

Surabaya,(DOC) – Ekspor kopi dari Jawa Timur menunjukkan tren positif di awal 2025. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, nilai ekspor sepanjang Januari hingga April tercatat mencapai USD 99,5 juta atau setara Rp 1,64 triliun.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, Erivina Lucky Kristian, menyatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya daya saing kopi Jatim di pasar global. “Negara tujuan utama meliputi Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Mayoritas produk yang di ekspor masih berupa green bean atau biji kopi mentah,” jelasnya, Minggu (19/10).

Untuk meningkatkan nilai tambah, Pemprov Jatim kini mendorong pengembangan industri roasting dan hilirisasi kopi. Program pembinaan dan pelatihan terus di berikan kepada pelaku industri kecil menengah (IKM), agar mampu menghasilkan produk olahan berstandar ekspor.

“Dengan mutu roasting yang lebih baik, ekspor kopi Jatim bisa naik signifikan dan lebih kompetitif di pasar internasional,” tambah Erivina.

Jawa Timur saat ini berada di posisi empat besar produsen kopi nasional. Dengan luas tanam sekitar 122.623 hektare, Jatim menghasilkan 78.688 ton kopi per tahun. Sekitar 86 persen ekspor kopi dari Pulau Jawa di kirim melalui pelabuhan di Jatim, menyumbang hampir 48 persen dari total produksi kopi Jawa.

Beberapa sentra utama kopi Jatim antara lain Bondowoso dengan Java Ijen Raung Coffee, Jember dengan pusat penelitian kopi dan kakao (Puslitkoka), serta Malang, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi.

Tak hanya kopi, sektor peternakan juga mencatat performa ekspor yang menjanjikan. Dalam periode yang sama (Januari–April 2025), ekspor ayam hidup dari Jatim ke Singapura mencapai USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,67 miliar. Komoditas tersebut mayoritas berupa ayam bibit (breeding fowl) jenis Gallus domesticus. (r6)

Pos terkait