Lawatan Perdana ke Malaysia, Menteri Mu’ti Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Diaspora

Lawatan Perdana ke Malaysia, Menteri Mu’ti Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Diaspora
Lawatan Perdana ke Malaysia, Menteri Mu’ti Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Diaspora

Kinabalu,(DOC) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan resmi ke Malaysia pada Senin, (27/1/2025). Lawatan ini merupakan bagian dari agenda kenegaraan saat mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan bilateral dengan Raja dan Perdana Menteri Malaysia.

Ini menjadi kunjungan luar negeri pertama Menteri Mu’ti sejak menjabat sebagai Mendikdasmen. Usai agenda utama di Kuala Lumpur, Menteri Mu’ti melanjutkan perjalanan ke Kota Kinabalu bersama Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Muhammad Firdaus.

Bacaan Lainnya

Di Kota Kinabalu, mereka di sambut oleh Konjen RI, Rafail Walangitan, dan Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sahyuddin. Keesokan harinya, Menteri Mu’ti meninjau langsung Kompleks SIKK dan memimpin dialog pendidikan bersama sekitar 250 peserta yang terdiri dari siswa, guru, orang tua, pengajar CLC, serta staf KJRI.

“Kehadiran saya dan rombongan adalah bukti nyata komitmen pemerintah terhadap pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri, khususnya di Malaysia,” ujar Mu’ti dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa layanan pendidikan bagi WNI di Malaysia menjadi bagian penting dalam pembahasan bilateral Indonesia-Malaysia. Dengan kunjungan langsung ke lapangan, pemerintah bisa melihat secara konkret kondisi pendidikan dan menerima masukan strategis untuk kebijakan masa depan.

“Ini sejalan dengan visi kami: Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tambahnya.

Pesan Khusus pada Pelajar

Dalam sesi dialog, Menteri Mu’ti menyampaikan pesan khusus kepada para pelajar agar tetap semangat dan percaya diri meraih cita-cita, apapun latar belakang keluarga mereka.

“Sekolah adalah tempat untuk bermimpi dan berjuang. Kalian adalah generasi yang bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia lewat prestasi,” tegasnya di sambut tepuk tangan peserta.

Usai dari SIKK, rombongan juga mengunjungi CLC Hanim—salah satu pusat pembelajaran di luar kawasan ladang yang dekat dengan Kota Kinabalu. Di sana, Menteri Mu’ti berdialog hangat dengan siswa, guru, dan pengelola. Antusiasme peserta begitu tinggi, banyak yang berebut kesempatan untuk berswafoto bersama Menteri.

Baca Juga:  KPI 2025 Soroti Peran Daerah dalam Perubahan Sistem Pendidikan Nasional

“Saya sangat senang bisa berada di Kota Kinabalu. Meskipun singkat, kunjungan ini sangat berarti. InsyaAllah, saya akan kembali dan turun langsung ke CLC lainnya,” ungkap Mu’ti.

Sebagai catatan, SIKK adalah Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) terbesar di dunia, baik dari sisi bangunan maupun jumlah siswanya. SIKK juga menjadi pusat koordinasi untuk 225 Community Learning Centre (CLC) di Sabah dan 58 CLC di Sarawak, yang secara keseluruhan melayani lebih dari 26.000 pelajar tingkat SD dan SMP. (r6)

Pos terkait