Mengembalikan Kejayaan ‘Kota Gula’, Klaten Pacu Peremajaan Tebu Lewat Program Bongkar Ratoon

Mengembalikan Kejayaan 'Kota Gula', Klaten Pacu Peremajaan Tebu Lewat Program Bongkar Ratoon
Klaten, (DOC)
– Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang dahulu dikenal sebagai salah satu ‘benteng’ industri gula nasional dengan sembilan pabrik gigantisnya, kini bersiap membangkitkan kembali masa keemasannya.

Melalui kolaborasi strategis antara PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Kementerian Pertanian (Kementan), langkah konkret peremajaan tebu massal resmi digulirkan lewat Program Bongkar Ratoon.

Bacaan Lainnya

Program ini menyasar langsung akar masalah produktivitas perkebunan di tingkat hulu, yakni mengganti tanaman tebu tua (ratoon berulang) yang menurun kualitasnya dengan varietas unggul baru.

Langkah revolusi hulu ini diproyeksikan menjadi angin segar untuk mengamankan pasokan bahan baku sekaligus mendongkrak rendemen gula nasional.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan bahwa Klaten memiliki histori dan potensi ekologis yang terlalu berharga untuk dibiarkan redup. Penguatan sektor hulu menjadi kunci utama sebelum bicara mengenai kapasitas giling di tingkat pabrik.

“Kami melihat Klaten memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu kekuatan dalam industri pergulaan. Melalui Program Bongkar Ratoon, PT SGN ingin mendorong peningkatan produktivitas tebu secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan petani dan pemerintah,” ujar Mahmudi, Selasa (3/11/2026).

Menurut Mahmudi, keberhasilan revitalisasi ini bersandar pada tiga pilar: intensifikasi budidaya, penggunaan varietas tebu unggul, dan optimalisasi lahan.

Pendampingan melekat kepada petani pun dipastikan berjalan paralel agar peningkatan hasil panen berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga lokal.

Nostalgia kejayaan Klaten juga diamini oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Tri Widarto. Ia menyoroti jejak sejarah Klaten yang pernah berdiri megah dengan sembilan pabrik gula aktif sebuah catatan emas yang perlahan memudar tergerus waktu.

“Dahulu, di Klaten terdapat sembilan pabrik gula dan wilayah ini pernah menjadi salah satu pusat produksi gula terbesar di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, kejayaan tersebut perlahan memudar. Program Bongkar Ratoon ini harus menjadi momentum pembalik arah untuk membangkitkan kembali potensi tersebut,” tegas Heru.

Baca Juga:  Mengatasi Lonjakan Harga Kedelai, Kementan Lipatgandakan Produksi dalam 200 Hari

Heru menambahkan bahwa penguatan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan petani sebagai aktor utama perkebunan adalah syarat mutlak.

Dengan pasokan tebu berkualitas tinggi dari Klaten, target besar Indonesia untuk mencapai akselerasi swasembada gula nasional bukan lagi sekadar impian di atas kertas.

Bagi Klaten sendiri, gerakan membongkar tebu lama ini bukan sekadar romantisasi sejarah sembilan pabrik gula masa lalu, melainkan fondasi nyata untuk membangun ekosistem pertanian modern yang produktif, berdaya saing, dan menyejahterakan para petani.

Pos terkait