
Kediri, (DOC) – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) resmi memulai tebang perdana tebu varietas unggul SGN 01 pada Tahun Giling (TG) 2025/2026 di Kediri, Jawa Timur. Kehadiran varietas anyar ini menjanjikan lonjakan keuntungan signifikan bagi para petani tebu mitra hingga mencapai Rp55 juta per hektare.
Dalam uji kinerja skala kebun ini, varietas SGN 01 diproyeksikan mampu menghasilkan produktivitas hingga 125 ton per hektare dengan tingkat rendemen mencapai 9,5 persen. Dari performa tersebut, total produksi gula diperkirakan menembus angka 11,9 ton per hektare.
Secara hitung-hitungan ekonomi, budidaya varietas SGN 01 membutuhkan biaya produksi sekitar Rp85 juta per hektare. Dengan estimasi pendapatan mencapai Rp140 juta per hektare, petani mengantongi potensi laba bersih yang sangat menggiurkan.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menegaskan bahwa pengembangan varietas SGN 01 merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat ekosistem pergulaan nasional dari sisi hulu melalui tiga fokus utama: peningkatan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan kesejahteraan petani.
“Tebu SGN 01 merupakan langkah strategis SGN dalam membangun perkebunan tebu yang semakin produktif dan berkelanjutan. Melalui penerapan budidaya yang tepat, pengembangan bibit unggul, dukungan teknologi, serta sinergi bersama petani, kami optimistis dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh ekosistem pergulaan,” ujar Mahmudi dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Mahmudi menambahkan, keberhasilan meningkatkan pasokan bahan baku industri gula nasional harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan petani sebagai mitra utama rantai produksi.
Hasil tebang perdana di Kediri ini akan menjadi tolok ukur evaluasi kinerja varietas SGN 01 sebelum nantinya dibudidayakan secara masif. Bibit unggul ini rencananya akan disebarluaskan ke seluruh areal perkebunan yang dikelola SGN maupun lahan milik petani kemitraan di berbagai daerah.





