
Surabaya, (DOC) – Pilkada serentak digelar hari ini, Rabu (27/11), di berbagai daerah, termasuk Surabaya. Wali Kota Surabaya sekaligus calon tunggal, Eri Cahyadi, memulai hari penting ini dengan prosesi sungkeman.
Ia menghaturkan hormat kepada ibunya dan mertuanya, sebagai bentuk tradisi yang selalu ia jaga. Dalam prosesi tersebut, Eri tidak sendiri. Ia di dampingi sang istri, Rini Indriyani, beserta kedua anak mereka.
Sungkeman berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh makna. Sebagai tanda bakti, Eri bahkan mencium kaki ibunya dan mertuanya.
Setelah sungkeman selesai, Eri dan keluarganya beranjak menuju TPS 04 di Kelurahan Karah, Surabaya. Keberangkatan mereka di iringi dengan lantunan hadrah yang menambah nuansa sakral.
Eri menjelaskan bahwa sungkeman kepada orang tua adalah kebiasaan yang sudah ia lakukan sejak dulu.
“Setiap ada hajat, saya selalu bertemu dengan orang tua. Dari dulu saya mencium kaki beliau dan berdoa kepada Gusti Allah. Rida-Nya Tuhan adalah rida orang tua,” ungkap Eri.
Saat mencoblos, Eri mengaku suasananya tidak jauh berbeda dengan Pilkada sebelumnya. Namun, kali ini ada momen spesial karena ia mencoblos bersama kedua anaknya.
“Dulu periode pertama saya hanya bersama anak pertama. Sekarang, di periode kedua, saya bersama anak pertama dan kedua. Itu yang berbeda,” jelasnya.
Eri juga mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan, meskipun pilihan politik mungkin berbeda.
“Ayo kembali menjadi saudara selamanya.
Ketika saya berpamitan dengan ibu saya, saya berdoa agar Surabaya tetap menjadi keluarga besar. Perbedaan pilihan hanya urusan duniawi,” tegas Eri Cahyadi.
Pilkada serentak ini di harapkan dapat menjadi ajang untuk memperkuat kebersamaan warga.
Semangat demokrasi, menurut Eri, harus selalu diiringi dengan rasa persaudaraan yang kokoh. (r6)





