D-ONENEWS.COM

Mujiaman; Kasus Pemerasan Oknum Pejabat PDAM ke Rekanan Terjadi Saat Awal Pergantian Dirut

dok

Surabaya,(DOC) – Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Mujiaman Sukirno, Rabu(9/1/2019), memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas pemeriksaan kasus dugaan korupsi yang menjerat salah satu pejabat PDAM Surya Sembada kota Surabaya.

Menurut Mujiaman, kasus pengadaan pipa distribusi yang kini tengah diperiksa, tak akan mempengaruhi kinerja pelaksanaan proyek tersebut. Bahkan pelaksanaan lelang hingga pengerjaannya masih berjalan dengan baik.

Kendalanya hanyas pada oknum pejabat PDAM yang memeras kontraktor pelaksana hingga berdampak pada persoalan hukum.

“Pada prosesnya tidak ada masalah. Masalah hukum ini karena ada oknum yang memeras kontraktor yang mengerjakan proyek PDAM,” kata Muijiaman kepada LensaIndonesia.com, Rabu (9/1/2019).

Sampai sejauh ini dirinya kooperatif mematuhi proses hukum dengan diantaranya memberikan semua data dan berkas yang dibutuhkan untuk pemeriksaan.

Kata Mujiaman, kini pihaknya masih melakukan konsultasi soal upaya pendampingan hukum.

“Kita masih konsultasi mengenai hak-hak karyawan dalam pendampingan hukum. Kita masih diskusikan terkait kewajiban perusahaan terhadap kasus ini,” tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut terjadi pada tahun 2017 saat dirinya awal menjabat. Sehingga pihaknya tidak mengikuti pelaksanaan proyek tersebut secara penuh karena kurang paham dari awal.

Pertama kali dirinya menjabat, Mujiaman mengaku sudah menerapkan sistem anti korupsi dalam pelaksanaan proyek maupun kinerja di PDAM Surya Sembada termasuk berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya.

“Proyek itu terjadi ketika saya baru memimpin. Karena itu sekarang untuk proyek strategis kita lelang di ULP (Unit Layanan Pengadaan) yang ada di Pemkot Surabaya,” imbuhnya.

Terungkapnya kasus ini merupakan indikasi bahwa penerapan pengawasan dalam pekerjaan proyek maupun transaksi bisnis di PDAM Surya Sembada harus dilakukan dengan tegas.

“Kita sudah menerapkan manajemen ISO anti suap dan bekerjasama dengan KPK. Kedepan, sistem ini akan kita terapkan paralel dan menyeluruh,” pungkasnya.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, oknum pejabat PDAM Surya Sembada yang diduga telah melakukan pemerasan tersebut, diketahui bernama Retno Tri Utomo yang akrab di panggil Gurit.

Gurit yang sudah ditetapkan tersangka, kini ditahan selama 20 hari kedepan untuk proses pemeriksaan di Kejagung RI, atas kasus pemerasan terhadap Direktur Cipta Wisesa Bersama (CWB), Chandra Ariyanto, senilai Rp. 900 juta, selaku penyedia barang untuk proyek pemasangan pipa di Jalan Rungkut Madya-Jalan Kenjeran (MERR) sisi timur.

Ia ditangkap di rumahnya di komplek Perum Gunung Sari Indah blok AZ 29 RT.011 RW-008. Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, pada Selasa(8/1/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, tim Kejagung dibantu tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Tersangka selanjutnya dititipkan sementara di Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya Cabang Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

“Iya, tadi malam dia ditangkap, sekarang di tahan di rutan Kejati,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung, Rabu(9/1/2019).

Modusnya, tersangak mengancam dan mengintimidasi tidak memperbolehkan ikut lelang jika tidak menyetor sejumlah uang diminta tersangka.Karena diancam, Chandra akhirnya mentransfer uang yang diminta RTU melalui rekening bank yang sudah ditentukan tersangka.

Transfer tersebut dilakukan bertahap sebanyak delapan kali.  Dalam perkara ini, tersangka dijerat pasal 12 huruf e UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentangPemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 421 KUHP.(robby/r7)

Loading...