Naik Kereta Sambil Belajar: KAI Commuter Surabaya Edukasi Keselamatan dan Lingkungan bagi Balita Stunting

Naik Kereta Sambil Belajar: KAI Commuter Surabaya Edukasi Keselamatan dan Lingkungan bagi Balita StuntingSurabaya,(DOC) – PT KAI Commuter Area VIII Surabaya menggelar kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa edukasi keselamatan perkeretaapian bagi balita stunting dan prastunting di Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Kegiatan ini mengajak anak-anak bersama orang tua merasakan langsung perjalanan menggunakan Kereta Commuter.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar tentang keselamatan, ketertiban, dan kebersihan sejak usia dini. KAI Commuter berharap pengalaman langsung ini mampu membentuk karakter positif anak sejak awal.

Bacaan Lainnya

Edukasi Keselamatan Sejak Usia Dini

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Surabaya, Heri Siswanto, mengatakan kegiatan ini menjadi wujud kepedulian perusahaan dalam mengenalkan transportasi publik kepada anak-anak. KAI Commuter juga menanamkan nilai kedisiplinan dan saling menghargai.

“Kami memberikan edukasi kepada anak usia dini agar mereka memahami cara bersikap saat menggunakan kereta. Anak-anak belajar menjaga kebersihan, menghargai penumpang lain, dan mematuhi aturan keselamatan,” ujar Heri saat ditemui di Stasiun Gubeng Lama Surabaya, Selasa (23/12/2025).

Selama perjalanan, petugas memberikan pemahaman sederhana mengenai larangan berbahaya di lingkungan perkeretaapian. Anak-anak dikenalkan bahaya bermain di perlintasan kereta, menerobos palang pintu, serta melempar benda ke arah kereta api. Tim menyampaikan edukasi tersebut secara langsung dengan bantuan media visual agar mudah dipahami.

“Kami ingin anak-anak mengenal kereta api dengan cara yang aman dan menyenangkan. Kesadaran keselamatan harus tumbuh sejak dini,” tambah Heri.

Dukung Penanganan Stunting dan Tumbuh Kembang Anak

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Eri Cahyadi, mengapresiasi KAI Commuter Surabaya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebanyak 165 anak stunting dan prastunting dari Kecamatan Tambaksari mengikuti perjalanan kereta komuter bersama orang tua pendamping.

“Anak-anak terlihat menikmati perjalanan. Penanganan stunting tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga stimulasi motorik, mental, dan sosial,” ujar Rini.

Menurutnya, perjalanan menggunakan kereta menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Anak-anak belajar mengantre, bersikap hati-hati, mengenal transportasi publik, serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Baca Juga:  Lindungi Warga, Ini Alasan Pemkot Tentukan Lokasi Pemakaman Jenazah Covid-19

Perkuat Ikatan Orang Tua dan Anak

Kegiatan ini juga mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Selama perjalanan, orang tua aktif berinteraksi dengan anak melalui cerita tentang pemandangan, aktivitas masyarakat, dan berbagai profesi.

“Di sana terbangun bonding yang kuat. Anak-anak menjadi lebih percaya diri, rasa ingin tahunya tumbuh, dan imajinasinya berkembang. Kelak, mungkin ada yang bercita-cita menjadi masinis,” tutur Rini.

Rini juga menegaskan peran penting ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk anak dengan kondisi stunting. Menurutnya, peran ibu berlangsung setiap hari dan tidak sebatas peringatan seremonial.

“Hari Ibu sejatinya dirayakan setiap hari. Ibu-ibu luar biasa. Terus semangat mendampingi anak agar tumbuh sehat dan terbebas dari stunting,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, KAI Commuter Surabaya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berharap dapat membantu menekan angka stunting. Selain itu, kegiatan ini menanamkan budaya keselamatan dan penggunaan transportasi publik sejak usia dini.(ode/r7)

Pos terkait