Nataru 2025, Indosat Perkuat 68 Titik Strategis di Jawa Timur

Nataru 2025, Indosat Perkuat 68 Titik Strategis di Jawa Timur

Surabaya,(DOC)Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen krusial bagi industri telekomunikasi. Lonjakan mobilitas masyarakat, peningkatan aktivitas digital, hingga kebutuhan komunikasi yang semakin intens membuat trafik data melonjak signifikan. Di Jawa Timur, trafik data selama Nataru 2025 di proyeksikan meningkat hingga 15,5 persen di bandingkan hari normal.

Bacaan Lainnya

Menghadapi kondisi tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison memastikan kesiapan jaringan yang andal dan stabil di seluruh wilayah Jawa Timur. Komitmen ini di wujudkan melalui semangat Indosat ANDAL: Ada Nyata di Setiap Langkah, dengan penguatan infrastruktur, optimalisasi layanan, serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).

EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu fokus utama penguatan jaringan, mengingat tingginya mobilitas dan aktivitas digital masyarakat selama libur akhir tahun.

“Indosat saat ini mengoperasikan lebih dari 24.600 BTS yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Seluruhnya di pantau oleh tim teknis yang siaga 24 jam untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal,” ujar Fahd saat pemaparan kesiapan jaringan Indosat jelang Nataru 2025, Senin (22/12/2025).

Optimalisasi jaringan di lakukan secara menyeluruh, terutama di jalur utama pergerakan masyarakat seperti jalan tol dan jalur arteri, serta simpul transportasi publik mulai dari bandara, stasiun, hingga terminal. Selain itu, Indosat juga memperkuat jaringan di 68 point of interest strategis, antara lain Bandara Internasional Juanda, Jatim Park, Alun-alun Kota Batu, hingga kawasan wisata Trawas.

Tak hanya kawasan wisata dan transportasi, penguatan jaringan juga di lakukan di pusat perbelanjaan, tempat ibadah, area permukiman, serta pusat aktivitas masyarakat di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Malang. Upaya tersebut meliputi peningkatan kapasitas BTS, penambahan site strategis, serta pengujian kualitas jaringan secara berkala.

Dari sisi teknologi, Indosat mengimplementasikan AIvolusi5G, yakni integrasi kecerdasan artifisial dengan jaringan 5G. Teknologi ini memungkinkan jaringan bekerja lebih adaptif, responsif, dan aman dalam menghadapi lonjakan trafik data.

Baca Juga:  Rekrutmen Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya Dibuka, Berikut Informasi Lengkapnya

Perlindungan Pelanggan

Perlindungan pelanggan juga menjadi perhatian utama. Indosat memperkuat fitur anti-spam dan sistem penyaring ancaman digital yang bekerja langsung di tingkat jaringan. Selain itu, kampanye literasi keamanan siber di lakukan melalui SMS blast untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku digital yang aman selama periode Nataru.

Seluruh pengelolaan dan pemantauan jaringan terpusat melalui Digital Intelligence Operation Center (DIOC), pusat operasi berbasis AI yang mampu menyesuaikan kapasitas jaringan secara real-time sesuai kebutuhan wilayah. Indosat juga memanfaatkan teknologi Digital Twin dan AI Agent untuk simulasi jaringan, diagnosis gangguan, hingga otomatisasi operasional.

“Periode Natal dan Tahun Baru merupakan momen penting bagi masyarakat Jawa Timur untuk tetap terhubung. Melalui semangat Indosat ANDAL, kami memastikan jaringan tetap kuat dan stabil di tengah lonjakan trafik, dengan dukungan teknologi AI dan kesiapan tim di lapangan,” tegas Fahd.

Komitmen Indosat dalam menghadirkan kualitas jaringan terbaik juga mendapat pengakuan nasional. Berdasarkan laporan terbaru Opensignal, Indosat meraih sejumlah penghargaan kinerja jaringan, termasuk kategori pengalaman bermain game, cakupan waktu di jaringan, serta konsistensi keandalan layanan.

Sebagai pusat ekonomi dan mobilitas utama Jawa Timur, Surabaya menjadi prioritas pengembangan jaringan generasi terbaru. Tercatat lebih dari 400 ribu pelanggan Indosat di Surabaya merupakan pengguna aktif perangkat 5G.

Saat ini, layanan 5G Indosat telah menjangkau seluruh wilayah Surabaya dan sekitarnya, mencakup 32 kecamatan—29 kecamatan di Surabaya dan tiga kecamatan di Sidoarjo Utara—dengan dukungan hampir 600 site aktif berbasis teknologi AI. (r6)

Pos terkait