D-ONENEWS.COM

Oknum Guru Pembina Ekstrakulikuler Dihukum Kebiri Kimia

Surabaya,(DOC) – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhi hukuman kebiri kimia kepada RS seorang oknum guru ektrakulikuler Pramuka yang telah dianggap melakukan pencabulan terhadap 15 orang siswa yang masih dibawah umur.

Keputusan vonis itu diberikan lewat sidang yang digelar terbuka di PN Surabaya, Senin(18/11/2019).

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, menuntut terdakwa hukuman kebiri kimia selama tiga tahun, ditambah hukuman penjara selama 14 tahun dan denda uang Rp. 100 juta.

Dalam kesempatan itu, majelis hakim mengutarakan alasannya pemberian hukuman kebiri kimia, karena didasari atas perbuatan terdakwa terhadap 15 orang siswanya yang akan mengalami trauma seumur hidup.

Sementara untuk hukuman penjara, majelis hakim PN Surabaya hanya menjatuhi vonis 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Usai sidang, RS merasa keberatan atas vonis majelis hakim PN Surabaya tersebut.

“Keberatan dengan vonis itu,” ungkap RS sambil geleng-geleng kepala saat ditanyai oleh sejumlah awak media usai sidang di PN Surabaya.

Pemberian hukuman kebiri kimia ini bukan kali pertama. Vonis hukuman kebiri kimia yang pertama di Indonesia diberikan kepada seorang terdakwa pencabulan di Mojokerto Jawa Timur.

Kini pihak Kejati Jawa Timur kembali mengajukan tuntutan hukuman kebiri kimia kepada RS pelaku predator anak yang diketahui tertangkap Polda Jatim pada Juli 2019 lalu.(hadi)

Loading...