Lumajang,(DOC) – Sebanyak tujuh warung milik warga di kawasan Pantai Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, rusak akibat di terjang ombak besar pada Kamis (22/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut di picu oleh angin kencang yang melanda wilayah pesisir sejak Rabu malam (21/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
“Sekitar pukul 00.00 WIB, air laut di sertai gelombang tinggi mulai naik ke daratan dan masuk ke beberapa warung milik warga,” ujar Yudi saat di konfirmasi via telepon, Jumat (23/1/2026).
Melihat kondisi tersebut, para pemilik warung bersama warga sekitar langsung bergotong royong mengamankan barang dagangan serta peralatan warung guna menghindari kerusakan yang lebih parah.
Namun, pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, gelombang pasang air laut semakin membesar. Ombak tinggi tersebut akhirnya merusak bangunan warung warga yang mayoritas terbuat dari material kayu dan bambu.
“Total ada tujuh warung milik warga yang mengalami kerusakan akibat di terjang ombak besar,” jelas Yudi.
Setelah kondisi berangsur surut, petugas gabungan bersama warga setempat melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan yang rusak. Selain itu, dilakukan evakuasi barang-barang yang masih bisa di gunakan serta perbaikan sementara pada warung yang mengalami kerusakan ringan.
Sementara itu, salah seorang nelayan setempat, Sumali, mengatakan bahwa gelombang tinggi di Pantai Dampar telah terjadi selama dua hari terakhir.
“Ketinggian ombak bisa mencapai sekitar 2,3 meter. Ombak besar ini sudah terjadi dua hari, dan semalam paling tinggi sekitar 2,3 meter,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau warga pesisir agar tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem, khususnya pada malam hingga dini hari, serta mengikuti perkembangan informasi cuaca dari pihak berwenang. (r6)





