D-ONENEWS.COM

Pariwisata Indonesia Lesu Dihantam Badai Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar


Jakarta (DOC) – Dunia pariwisata Indonesia saat ini menghadapi cobaan badai mahalnya tiket pesawat dan bagasi berbayar. Para wisatawan lokal dan asing jadi malas bepergian ke lokasi wisata di Indonesia. Kelesuan dunia pariwisata akibat hantaman badai tiket mahal dan bagasi berbayar ini diakui oleh Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya.

“Sudah pasti akan menurunkan pariwisata. Jadi simpel, namanya itu price elasticity. Harga naik demand turun. Pasti itu,” kata Arief usai acara launching Majestic Banyuwangi Festival 2019 di Gedung Sapta Pesona, tadi malam.

Kenaikan harga tiket pesawat beserta pengenaan tarif bagasi pada maskapai bujet atau LCC tak hanya jadi kabar buruk bagi wisatawan tapi juga dunia pariwisata Indonesia. Dijelaskan oleh Arief, penurunan omset dari para pelaku wisata juga telah terdengar.

“Sekarang penurunannya relatively drastis. Ada komplen kemarin dari Riau, pak saya turun 40%. Dia bicara seperti itu, harusnya mereka mengerti,” ujar Arief.

Selaku Menpar, Arief hanya bisa memberi masukan pada pihak maskapai selaku pembuat kebijakan. Sedikit banyak, roda pariwisata memang tergantung pada moda transportasi udara.

“Kalau usulan saya kalau mau naik pun tidak tergesa-gesa. Nggak ujug-ujug naik sekian persen karena elasticity. Kalau yang tarif naik sudah diturunkan. Ini pertanyaannya yang tarif bagasi sudah implemented. Ini risikonya di dia juga pasti demandnya akan turun. Karena unsur spending orang 30-40% ada di transportation,” kata Arief.(dtc/ziz)

Loading...

baca juga