Pelayanan Publik Surabaya Diakui Nasional

 

Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya kembali mencatatkan prestasi gemilang. Kali ini, Surabaya di nobatkan sebagai Juara 1 kategori Pelayanan Publik Fiskal Tertinggi. Penghargaan ini di berikan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah oleh Kemendagri RI bersama Tempo Media. Acara tersebut berlangsung di JW Marriott Hotel, Jakarta, pada Kamis (12/12/2024).

Bacaan Lainnya

Komitmen Tinggi dalam Memenuhi SPM
Penghargaan ini di raih atas komitmen Pemkot Surabaya dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kota Pahlawan unggul pada enam urusan wajib, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, dan sosial.

Kepala Bappeda Litbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari inovasi berkelanjutan.

“Indikatornya meliputi capaian SPM, manajemen sistem, inovasi program, dan dampaknya pada masyarakat,” ujarnya, Jumat (13/12/2024).

Program Unggulan yang Jadi Sorotan

Menurut Irvan, Surabaya memiliki berbagai program unggulan yang berperan besar dalam penghargaan ini. Beberapa di antaranya:

Pendidikan: Pendidikan SD dan SMP negeri digratiskan. Selain itu, ada beasiswa untuk 21 ribu siswa SMA/SMK dan 3.500 mahasiswa. Program tebus ijazah untuk 3.000 pelajar juga menjadi perhatian. Bahkan, Pemkot mendirikan Asrama Bibit Unggul untuk meningkatkan kualitas SDM melalui program 1 keluarga miskin, 1 sarjana.

Kesehatan: Warga dapat berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP. Program homecare, layanan 1 tenaga kesehatan di tiap RW, dan ambulans per kelurahan juga mendukung kesehatan masyarakat. Selain itu, penanganan stunting dan pemberdayaan ODGJ dilakukan secara digital.

Perumahan: Program Dandan Omah telah memperbaiki 7.900 rumah sejak 2021. Pemkot juga membangun 5.233 unit rumah susun di 27 lokasi dan menyediakan IPAL komunal untuk 560 keluarga.

Ketertiban Umum: Layanan Command Center 112 menjadi unggulan. Layanan ini memungkinkan masyarakat melaporkan kondisi darurat dengan waktu tanggapan hanya 7 menit.

Sosial: Pemkot mendirikan Rumah Anak Prestasi bagi anak disabilitas di empat wilayah. Liponsos Keputih juga menjadi tempat pembinaan gratis untuk 900 warga rentan.

Baca Juga:  Hindari Pelecehan, Pemkot Surabaya Susun Seks Edukasi di Pelajaran Sekolah

Ekonomi: Program Padat Karya memanfaatkan aset Pemkot untuk membuka lapangan kerja. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 35.638 keluarga miskin, dengan pendapatan rata-rata Rp5-7 juta per bulan.

Irvan menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus memperbaiki pelayanan.

“Melibatkan berbagai pihak seperti swasta, media, dan akademisi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” ungkapnya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut mempresentasikan program unggulan Surabaya dalam ajang tersebut. Ia menekankan bahwa pelayanan publik yang inovatif harus berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat. (r6)

Pos terkait