Pemerintah Kota Surabaya Targetkan Angka Bebas Jentik 95 Persen

Pemerintah Kota Surabaya Targetkan Angka Bebas Jentik 95 Persen
Pemerintah Kota Surabaya Targetkan Angka Bebas Jentik 95 Persen

Surabaya, (DOC) – Musim hujan masih berlangsung di Surabaya, meningkatkan risiko Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.9.2/2713/436.7.2/2005.

Dalam SE tersebut, masyarakat di imbau untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus. Langkah ini di nilai sebagai cara paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit yang di sebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Bacaan Lainnya

“Kami mengajak warga berkolaborasi dalam pencegahan DBD. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga kecamatan, kelurahan, PKK, hingga tokoh masyarakat harus bergerak bersama,” ujar Eri Cahyadi, Rabu (12/2/2025).

Curah Hujan Tinggi, Risiko DBD Meningkat

Menurut BMKG Jawa Timur, puncak musim hujan di Surabaya masih berlangsung hingga Februari 2025. Curah hujan yang tinggi meningkatkan potensi genangan air, yang berisiko menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Oleh karena itu, di perlukan tindakan pencegahan di setiap lingkungan untuk menghindari penyebaran penyakit ini. Salah satu upaya yang bisa di lakukan adalah menerapkan metode 3M Plus, yang meliputi:

– Menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali.
– Menutup rapat wadah penyimpanan air agar nyamuk tidak bertelur.
– Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Selain itu, masyarakat juga di sarankan untuk:

– Mengganti air vas bunga dan tempat minum burung setiap minggu.
– Memperbaiki talang air yang bocor agar tidak menjadi tempat genangan.
– Menutup lubang pada potongan bambu atau pohon yang dapat menampung air.

Untuk perlindungan tambahan, warga bisa menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai dan lavender. Menggunakan kelambu saat tidur dan memastikan ventilasi rumah cukup juga membantu mencegah gigitan nyamuk.

Pemerintah Kota Surabaya juga melibatkan sekolah dalam upaya pencegahan. Siswa Pemantau Jentik (WaManTik) akan berperan dalam memantau jentik nyamuk di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Wali Kota Surabaya Berikan Keringanan PBB bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kegiatan ini akan di evaluasi setiap minggu bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) dan puskesmas setempat. Targetnya, Angka Bebas Jentik (ABJ) di setiap wilayah dapat mencapai lebih dari 95%.

Kenali Gejala DBD, Segera Periksa ke Faskes

Masyarakat di minta untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala DBD, seperti:

– Demam tinggi tanpa sebab yang berlangsung 2–7 hari.
– Ruam merah pada kulit atau bintik perdarahan.
–  Nyeri otot dan sendi yang berlebihan.
–  Mual, muntah, dan nafsu makan menurun.
–  Mimisan atau gusi berdarah.

“Jika mengalami gejala tersebut, segera periksa ke puskesmas terdekat. Petugas akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” tambah Eri Cahyadi. (r6)

Pos terkait