Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Antar Suku

Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Antar Suku

Surabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebersamaan dan kerukunan antar suku di Kota Pahlawan. Keduanya secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun teradu domba, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa kerukunan warga merupakan fondasi utama keutuhan Surabaya. Menurutnya, menjaga harmoni sosial dapat di mulai dari sikap dan kesadaran setiap individu.

“Harapan kita Surabaya tetap utuh seperti dulu. Jangan mau di adu domba oleh siapa pun,” kata Eri, Jumat (23/1/2026).

Sebagai pemimpin daerah, Eri menegaskan dirinya bersama Wakil Wali Kota Armuji memiliki komitmen yang sama untuk terus mengajak warga hidup guyub rukun serta mengayomi seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Keutuhan bangsa dan keutuhan kota ini adalah cita-cita kami sebagai pemimpin. Kalau hanya menuruti ego, lalu Surabaya hancur karena konflik antarwarga, itu adalah kebodohan dan dosa besar yang kami lakukan,” tegasnya.

Menurut Eri, pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan sejati akan selalu mengutamakan kepentingan bersama di bandingkan kepentingan pribadi. Ia berharap masyarakat Surabaya tetap solid dan tidak mudah di pengaruhi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan.

“Kita bekerja untuk kepentingan warga Surabaya. Ayo tetap guyub rukun, jangan pernah mau di adu domba,” ujarnya.

Kebijakan Strategis

Pesan serupa di sampaikan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Ia menekankan bahwa selama ini dirinya dan Wali Kota Eri selalu bergerak bersama dalam menjaga kerukunan warga serta menjalankan kebijakan pemerintahan secara sinergis.

Armuji menegaskan bahwa perbedaan gaya kepemimpinan antara dirinya dan Wali Kota Eri tidak boleh di maknai sebagai perpecahan, apalagi di jadikan alasan untuk mengadu domba masyarakat hingga memicu konflik antar suku.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Gandeng BPBD Latih Pesantren Tanggap Bencana

“Kami selalu sampaikan kepada warga Surabaya, kami sudah berbagi peran. Saya lebih banyak di lapangan, Pak Eri di birokrasi. Kalau beliau ke kiri, saya ke kanan, memang seperti itu pembagian tugasnya,” kata Armuji yang akrab di sapa Cak Ji.

Menurutnya, perbedaan peran justru menjadi kekuatan dalam kepemimpinan. Ia menilai pemimpin daerah harus terus melahirkan inovasi dan gagasan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kalau itu di jalankan, wakil kepala daerah di mana pun di Indonesia mau seperti itu, ya sangat bisa. Yang penting tujuannya sama, untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait