Pengawasan Distribusi LPG 3 Kilogram Bakal Diketatkan di Surabaya, Warga Miskin Jadi Prioritas

Pengawasan Distribusi LPG 3 Kilogram Bakal Diketatkan di Surabaya, Warga Miskin Jadi Prioritas
Pengawasan Distribusi LPG 3 Kilogram Bakal Diketatkan di Surabaya, Warga Miskin Jadi Prioritas

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota Surabaya akan memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram untuk memastikan subsidi yang di berikan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini di tegaskan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam wawancara usai Sholat Jumat.

“Kita akan lakukan pengawasan distribusi LPG 3 Kilogram. Semua penjual LPG nanti harus membuat laporan untuk siapa saja yang membeli 3 kilogram. Kita akan lakukan. Kita tegak lurus. Kami dari pemerintah punya prinsip jangan sampai bantuan kami tidak tepat sasaran,” ungkap Eri Cahyadi.

Bacaan Lainnya
Distribusi LPG untuk Masyarakat Miskin

Eri menekankan, subsidi harus di berikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Ia mengingatkan agar masyarakat yang mampu tidak mengambil jatah LPG bersubsidi yang seharusnya di peruntukkan bagi warga miskin.

“Semua subsidi itu, adalah untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Orang kaya jangan minta subsidi. Kalau yang mampu, belilah yang 12 kilogram. Tapi yang tidak mampu, belilah 3 kilogram,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, terkadang juga di jumpai masyarakat yang tergolong mampu dan memiliki usaha malah menggunakan yang 3 kilogram.

Dalam pesannya, Eri juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan kemampuan finansial masing-masing dan membantu mereka yang kurang mampu. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan gotong royong dalam masyarakat, sesuai dengan ajaran agama.

“Maksud saya, kalau yang mampu bantulah yang tidak mampu. Jangan sampai bantuan pemerintah untuk orang miskin tidak tepat sasaran,” kata Eri.

Meski begitu, ia juga mengakui bahwa kebijakan pengawasan ketat ini mungkin akan menuai kritik dari beberapa pihak. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk membantu masyarakat miskin dan memastikan mereka mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

“Tapi kadang kalau di tertibkan, di perketat, kita di bilang tidak pro rakyat. Rakyat yang mana? Yang miskin kan kasihan. Kalian yang mampu jangan mengambil terlalu banyak, belilah 12 kilogram,” pungkas Eri. (r6)

Pos terkait