Penutupan Gumitir, Wagub Emil Turun Tangan Atasi Antrean dan Pasokan BBM

Penutupan Gumitir, Wagub Emil Turun Tangan Atasi Antrean dan Pasokan BBM

Banyuwangi,(DOC) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengoordinasikan berbagai langkah strategis untuk mengurai antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Ia juga sekaligus menjamin kelancaran distribusi logistik dan bahan bakar di wilayah terdampak penutupan Jalur Gumitir.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat koordinasi di gelar di Pelabuhan Ketapang, Senin (28/7), Emil turun langsung bersama General Manager ASDP Indonesia Ferry Ketapang Yannes Kurniawan, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtana, perwakilan Pertamina Integrated Terminal Alia Anggraini, Kadishub Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja, serta Kabid Pelayaran Dishub Jatim Luhur Prihadi.

Usai diskusi intensif, Emil menegaskan pentingnya percepatan armada kapal untuk memecah kepadatan kendaraan. Salah satu langkah nyata adalah pengerahan KMP Portlink VII berkapasitas 30 kendaraan besar. Di tambah lagi, sembilan kapal yang sempat berhenti beroperasi kini kembali aktif, jauh lebih cepat dari estimasi sebelumnya.

“Portlink VII sangat membantu. Dengan tambahan armada ini, arus kendaraan mulai terurai,” jelas Emil.

Langkah berikutnya adalah mengaktifkan fungsi Jembatan Watu Dodol sebagai titik pengendalian logistik. Semua truk di timbang di sana, lalu di beri stiker identifikasi. Kendaraan di atas 35 ton di arahkan ke holding area di Bulusan, sementara yang di bawahnya langsung ke dermaga Moveable Bridge (MB) agar dermaga Landing Craft Mechanized (LCM) tak lagi padat.

“Kita masih punya kapasitas MB I–IV yang bisa di maksimalkan. Tapi perlu tambahan personel dan dukungan Dirjen Perhubungan Darat untuk menjadikan Jembatan Watu Dodol benar-benar fungsional,” tambah Emil.

Pemprov Jatim juga sedang melakukan asesmen untuk memperkuat Dermaga MB IV.  Hal ini supaya dermaga bisa kembali menampung beban hingga 50 ton, dengan target rampung dalam sebulan.

“Masalahnya bukan hanya jumlah kapal, tapi juga kapasitas dermaga. Kalau tidak di atasi, ini bisa jadi bottle neck baru. Kita siapkan solusi jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Emil.

Manuver Sulit

Kendati demikian, Wagub Emil mengakui bahwa Jembatan Watu Dodol memiliki keterbatasan untuk kendaraan besar karena manuvernya sulit. Oleh sebab itu, opsi aktivasi jembatan alternatif di Besuki dan Probolinggo juga sedang di kaji, meski hanya untuk periode darurat.

“Memang ada risiko beban bertambah di perjalanan. Tapi dalam kondisi seperti ini, semua opsi harus di pertimbangkan,” ucapnya.

Emil juga menyoroti kondisi dermaga LCM yang masih belum ideal. Ramp door kapal yang terlalu panjang mengurangi kapasitas angkut. Karenanya, pengembangan dermaga LCM menjadi prioritas.

Selain itu, untuk menampung kendaraan sementara agar tidak memadati jalan nasional, Pemprov mengoptimalkan kantong parkir di Bulusan yang mampu menampung hingga 600 truk. Namun, sistem masuk-keluar masih perlu pembenahan agar kendaraan bisa langsung mengakses dermaga tanpa kembali ke jalur utama.

“Ke depan, kita bahas agar dari Bulusan bisa langsung masuk ke pelabuhan. Tidak mutar ke jalan nasional lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapolresta Banyuwangi juga ikut berperan aktif mengatur arus kendaraan secara intensif di lapangan. Terlebih karena sistem di Pelabuhan Ketapang juga terhubung dengan kapal Long Distance Ferry (LDF) dari Tanjung Wangi ke Pelabuhan Lembar.

“Kami juga akan dorong agar Pelabuhan Jangkar di tata lebih baik agar load factor dari 80-90% bisa maksimal 100 persen,” imbuh Emil.

Emil Imbau Warga Tak Panic Buying

Penutupan Jalur Gumitir selama dua bulan ke depan hingga 24 September 2025, turut berdampak pada distribusi BBM dan LPG di sejumlah daerah. Beberapa wilayah, seperti Bondowoso dan Jember, di laporkan mengalami kelangkaan BBM.

Menurut Emil, kendala distribusi terjadi karena jembatan Gladak Perak (Besuk Kobokan) juga sedang di perbaiki dan belum bisa di lalui hingga Oktober. Alhasil, rute logistik di alihkan ke jalur Arak-Arak via Bondowoso, yang berdampak pada turunnya kapasitas pengiriman BBM.

“Kalau biasanya bisa 32 KL lewat Gumitir, sekarang hanya 24 atau bahkan 16 KL,” jelas Emil.

Pengiriman untuk Bondowoso di alihkan lewat Besuki, sementara Jember di arahkan lewat Lumajang. Namun untuk mengamankan stok, Pertamina kini menyuplai BBM dari Malang dan Surabaya.

Emil juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pasalnya, pasokan dan armada sedang di siapkan untuk memulihkan distribusi.

“Stok tersedia, sistem distribusi sedang kita genjot. Jadi tidak perlu panik,” pungkasnya. (r6)

Baca Juga:  Khofifah Takziah dan Serahkan Santunan ke Keluarga Korban Bus Nakes

Pos terkait