Pertama Kali, Posyandu RW-02 Balongsari Miliki Alat Pengukur Berat dan Tinggi Badan Balita Digital

Surabaya,(DOC) – Untuk membantu peningkatan mutu pelayanan kesehatan Posyandu, khususnya dalam pengukuran tinggi dan berat badan Balita, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Teknik Komputer (STIKOM) Surabaya melalui program kemitraan masyarakat (PKM) memberikan bantuan perangkat keras dan perangkat lunak yang akan diimplementasikan di Posyandu Mutiara Bhakti dan Margi Sehat di lingkungan Balongsari Tandes Surabaya.
Perangkat itu adalah sebuah sistem penimbang berat badan dan pengukur tinggi badan Balita berteknologi digital, hasil karya ilmiah para Tim Dosen Program Studi S1 STIKOM Surabaya yakni Pauladie Susanto, S.Kom., M.T., Dr. Susijanto Tri Rasmana, S.Kom., M.T., dan Weny Indah Kusumawati, S.Kom., M.MT., melalui kegiatan PKM yang dibiayai oleh DRPM Kementerian Ristekdikti.


Bantuan berupa seperangkat alat ukur berat badan dan tinggi lengkap dengan sistem aplikasi pengola data Balita, diserahkan oleh Tri Sagirani, S.Kom., M.MT, Kepala Bagian Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis dan Informatika STIKOM Surabaya yang diterima oleh Ketua Posyandu Mutiara Bhakti, Suriati, Rabu(24/10/2018) kemarin lusa.
Alat kesehatan yang telah diujicobakan ini, diharapkan menjadi solusi dan bermanfaat bagi kader Posyandu Mutiara Bhakti dalam membantu meningkatkan aktifitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat diwilayah RW-02, kelurahan Balongsari, kecamatan Tandes, Surabaya.
“Kami sangat berterimakasih atas perhatian STIKOM terhadap Posyandu Mutiara Bhakti. Semoga pelayanan Posyandu disini lebih baik lagi , karena alat ini cukup membantu kader Posyandu dalam mencatat perkembangan Balita yang selama ini masih memakai cara manual,” ungkap Sukiswadji, Ketua RW-02, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes Surabaya, Jumat(26/10/2018).
Alat digital pengukur berat dan tinggi badan Balita ini, baru pertama kalinya digunakan oleh Posyandu Mutiara Bhakti dan Margi Sehat. Sistem kerjanya secara otomatis, dengan data yang dihasilkan akan langsung tersimpan ke dalam komputer. Kemudian perangkat lunaknya berupa sistem aplikasi Balita, dapat langsung mendata identitas bayi lengkap dengan riwayat kesehatannya dan mencetak grafik tumbuh kembang Balita.
“Cuma di Posyandu sini yang memakai alat ini. Mungkin pemerintah (Pemkot,red) bisa menjadikan contoh untuk Posyandu ditempat lain,” pungkas Sukiswadji.(robby/r7)