Pertemuan Tahunan IMF-WB, Hujan Investasi di Bali

Nusa Dua,(DOC) – Berkah pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang digelar di Bali kian nyata. Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menandatangani kerja sama investasi senilai Rp200 triliun untuk proyek infrastruktur, dari sektor jasa perawatan pesawat hingga pariwisata.

Indonesia patut berharap banyak dengan perkembangan penanaman modal ini. Studi tentang pentingnya infrastruktur bagi pertumbuhan ekonomi sudah melimpah, yang antara lain berasal dari IMF.

Pada Oktober 2014, lembaga tersebut mengeluarkan sebuah laporan bertajuk “Is it Time for an Infrastructure Push? The Macroeconomic Effects of Public Investment. World Economic Outlook: Legacies, Clouds, Uncertainties (Chapter 3).”

Menggunakan data dari 36 negara maju dan 153 negara berkembang selama kurun waktu 1985-2013, studi itu menghasilkan sebuah kesimpulan: setiap ada kenaikan 1 persen porsi belanja infrastruktur dari Produk Domestik Bruto (PDB) di negara berkembang, berpeluang mendorong kenaikan pertumbuhan ekonomi (output) sebesar 0,25 persen pada tahun terjadinya stimulus. Empat tahun setelah itu, kenaikan output akan bertambah menjadi 1 persen setiap tahun.

Laporan yang termuat dalam World Economic Outlook itu menyatakan bahwa pengaruh investasi terhadap kinerja perekonomian nasional melalui dua cara. Pertama, dalam jangka pendek, kebijakan tersebut akan mendorong pengeluaran pemerintah, sekaligus berpotensi meningkatkan investasi swasta. Kedua, pada jangka panjang berdampak pada peningkatan kapasitas produksi karena modal infrastruktur yang lebih tinggi

Sejalan dengan hasil studi tersebut, kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) dan Tusk Advisory menemukan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia diyakini memiliki efek positif jangka panjang bagi perekonomian.

Pembangunan Proyek Strategis Nasional diprediksi dapat meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto sebesar 1,7 persen hingga 2,5 persen pada 2019. Pada 2023, diprediksi bisa mencapai 7,2 persen dan mencapai 9,3 persen.

Selain itu, studi LPEM juga menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur strategis nasional akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebesar 6,7-7,6 persen pada 2019.

Pantaslah pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali ini dikatakan mendatangkan berkah. Tak hanya peluang pertumbuhan ekonomi yang bakal terdongkrak serta penyerapan tenaga kerja akan kian marak. Kesepakatan investasi ini sekaligus menjadi solusi untuk menambah alternatif sumber pendanaan.(*)

Tag: