Surabaya,(DOC) – Sekitar 20 pelaku usaha sektor pertanian di Jawa Timur bertemu langsung dengan PUM Netherlands, organisasi pendamping usaha asal Belanda, di Graha Kadin Jatim, Selasa (14/10/2025). Agenda ini jadi langkah awal untuk membuka peluang peningkatan kapasitas usaha dan mendorong hilirisasi produk pertanian lokal.
Para peserta berasal dari berbagai subsektor unggulan seperti kopi, bunga hias, mangga, hingga kayu gaharu. Mereka berdialog langsung dengan Frank Leenen, Agriculture Sector Manager PUM Netherlands, yang juga di kenal sebagai praktisi pertanian dengan pengalaman puluhan tahun di berbagai negara.
“Kami datang bukan sebagai pengajar, tapi sebagai mitra. Tujuan kami adalah mendampingi petani dan pelaku usaha membangun masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dan praktik nyata,” jelas Frank.
Pendampingan Intensif, Bukan Bantuan Dana
PUM adalah organisasi nirlaba berbasis di Belanda yang menghimpun para ahli dari Eropa dengan pengalaman profesional lebih dari 40 tahun. Fokusnya bukan pemberian dana, tetapi pendampingan langsung di lapangan selama 9–10 hari, meliputi:
- Peningkatan kualitas produksi
- Manajemen pascapanen
- Strategi pemasaran
- Penguatan SDM perusahaan
Jika di butuhkan, sesi konsultasi daring akan di lakukan pasca kunjungan.
Frank menjelaskan bahwa pendampingan di berikan kepada usaha swasta yang telah beroperasi minimal dua tahun, memiliki 10–250 karyawan, serta omset tahunan antara 10 ribu hingga 5 juta euro. Yang paling penting: komitmen untuk tumbuh.
Dorong Hilirisasi dan Kurangi Ekspor Mentah
Dalam diskusi, Frank menyoroti masih banyaknya komoditas pertanian Jatim yang di ekspor dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah justru di nikmati negara lain. Menurutnya, hilirisasi adalah kunci agar pendapatan petani meningkat dan tidak hanya bergantung pada musim panen.
“Nilai tambah itu harus tinggal di Indonesia. Kita harus masuk ke pengolahan dan di versifikasi,” tegasnya.
Tak hanya mendampingi pelaku usaha, PUM juga terbuka bekerja sama dengan SMK, lembaga pelatihan, dan komunitas lokal untuk mengajak generasi muda terjun ke dunia pertanian modern. “Kami ingin menjadi penghubung antara pengalaman global dan potensi lokal,” ujar Frank.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyambut positif kerja sama ini. Ia menegaskan pentingnya pendampingan pascapanen untuk mencegah anjloknya harga saat panen raya.
“Beberapa komoditas seperti mangga dan bunga hias punya peluang besar menembus pasar Eropa. PUM siap bantu akses pelatihan, bahkan menyediakan benih unggul dari Belanda,” jelas Adik. (r6)





