PLN Minta Maaf, Padamnya Listrik Karena Gangguan Pembangkit Paiton

Surabaya,(DOC) – PLN Distribusi Jawa Timur hanya mengucapkan permohonan maaf terhadap ribuan pelanggan di sejumlah kota yang terkena dampak pemadaman listrik secara serentak, Rabu(5/9/2018) malam.

Permohonan maaf itu-pun disampaikan oleh Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur melalui release tertulisnya, tanpa ada penjelasan kompensasi apapun kepada pelanggan yang telah dirugikan karena tak teraliri listrik selama beberapa jam-jam.

Pihaknya beralasan, bahwa padamnya aliran listrik tersebut, akibat terjadinya gangguan jaringan yang mengalirkan listrik dari Paiton ke arah Kediri dan Paiton ke arah Grati yang membuat pembangkit di Paiton tidak bisa mensuplay listrik ke sistem 500KV (SUTET).

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, gangguan ini terjadi sekitar pukul 11.27 WIB, Rabu(5/9/2018).

Menurut Dwi, sejak aliran listrik padam, PLN telah berupaya untuk melokalisir daerah yang mengalami gangguan sehingga tidak memperburuk kondisi yang terjadi.

Tindakan yang dilakukan yakni dengan menormalkan kembali jalur yang terganggu agar energi listrik dapat dialirkan kembali.

“Hingga menjelang petang, 38 Gardu Induk 150 kV yang ada di Jawa Timur seluruhnya sudah bisa di energized dan secara bertahap. Pukul 17.00 wib, sekitar 410 MW sudah bisa disalurkan kembali ke pelanggan,” ungkap Dwi Surya, Manajer Komunikasi Hukum dan Adminstrasi PLN Distribusi Jawa Timur, dalam keterangan tertulisnya, Rabu(5/9/2018) malam.

Dwi Surya menambahkan, masih ada sekitar 500 MW lagi yang padam dan menunggu pembangkit yang di Paiton masuk sistem kembali.

“Pada saat ini masih dalam proses pembebanan kembali,” ujar Dwi Suryo.

Menurut Dwi Suryo proses penormalannya membutuhkan waktu mengingat karakteristik dari PLTU memang demikian ketika PLTU stop maka membutuhkan waktu sekitar 6 – 8 jam agar tidak terjadi thermal stress pada steam turbine

“Rabu(5/9/2018) malam, diperkirakan kondisi sistem akan kembali normal dan pelanggan yang mengalami pemadaman berangsur akan menyala,”pungkas Dwi Surya.(hadi/r7)