Nyalon Wali Kota Sekarang, Hanya Terlihat Ambisi Ketimbang Pengabdian

Surabaya,(DOC) – Ahmad Hidayat Staff Ahli Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP, Henky Kurniadi tak terima, jika sekarang muncul wacana deklarasi pencalonan Wali Kota Surabaya periode 2020 mendatang.

Hal ini dianggap tak etis, karena masa kepemimpinan duet Wali Kota Tri Rismaharini dan dan Wakilnya Whisnu Sakti Buana masih panjang.

 

“Pilwali surabaya masih diselenggarakan pada tahun 2020 , masa kerja pasangan Risma – Whisnu masih tersisa dua tahun lagi. Banyak hal yang harus diselesaikan Pemkot surabaya , seperti ancaman anak putus sekolah di tingkat SMA / SMK, jaminan kesehatan Warga miskin dan Perumahan layak,” paparnya, Rabu(5/9/2018) malam.

Baru – baru ini cukup banyak tokoh yang mendeklarasikan diri untuk maju sebagai Calon Wali Kota Surabaya pengganti Tri Risma yang sudah menjabat dua periode. 

Menurut dia, memang secara konstitusonal tidak dilarang namun hal itu malah memunculkan ambisi bukan pengabdian.

“Sebagai warga Surabaya, nampaknya kurang elok bila dimunculkan sekarang, lebih terlihat “Ambisinya” ketimbang niatan untuk “Mengabdi” pada rakyat,” tandasnya.

Achmad menambahkan, selama ini Surabaya menjadi kota terbaik dengan berbagai penghargaan organisasi kelas Dunia. Dari segi tata kota, manajemen birokrasi, Pelayanan publik dan kemampuan memberikan jaminan sosial bagi warganya. Proses ini butuh kerja keras yang tidak sebentar. Salah satu faktor berasal dari kecakapan Tri Risma.

“Saat maju di tahun 2010, Bu Risma(Wali Kota,red) mungkin tidak punya niatan menjadi Wali kota, tapi bisa dilihat sekarang hasil kerjanya begitu luar biasa. Karena sebagai pemimpin tahu betul bahwa amanah memimpin Surabaya sangat berat sehingga beliau bekerja sungguh – sungguh,” jelasnya.

Untuk menjaga prestasi kota pahlawan ini, lanjut Achmad, harus ada pemimpin Surabaya yang cakap pengganti Tri Rismaharini.  Memimpin Surabaya tidak hanya bermodal ambisi, tapi juga dedikasi dan keikhlasan.

“Saya hanya khawatir kalau nanti yang memimpin Surabaya tidak secakap bu Risma. Mau jadi apa kota ini!?. Karena memimpin surabaya tidak hanya modal ambisi. Harus punya dedikasi dan Keikhlasan luar biasa,” pungkasnya.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, salah satu tokoh yang sudah di deklarasikan maju mencalonkan Wali kota Surabaya pada periode 2020 mendatang, yakni Fandi Utomo.

Mantan anggota legislatif dari partai Demokrat itu, kini sudah mengantongi dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Surabaya.(rob/r7)